Jokowi Hapus Pendidikan Pancasila & Bahasa Indonesia?

Minggu, 18 April 2021 - 03:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Talamus.id, – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan aturan baru yang tak lagi mencantumkan Pancasila dan Bahasa Indonesia dalam Standar Nasional Pendidikan.

Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 57 tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan yang diteken Jokowi pada 30 Maret lalu, seperti dikutip dalam salinan PP tersebut, Jumat (16/4/2021).

“Standar Nasional Pendidikan digunakan pada pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat pada jalur pendidikan formal, jalur pendidikan nonformal, dan jalur pendidikan informal,” bunyi PP tersebut.

Dalam aturan ini, pemerintah memutuskan untuk menghilangkan Pancasila dan Bahasa Indonesia dalam Standar Nasional Pendidikan pada kurikulum pendidikan tinggi.

Dalam Undang-Undang (UU) 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi, Pancasila dan Bahasa Indonesia masuk dalam kurikulum tertinggi. Sementara dalam PP Ini, kedua topik tersebut dihilangkan.

Pasal 40 PP tersebut menyebutkan kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, dan bahasa.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun angkat bicara terkait hal ini. Pemerintah menegaskan Pancasila dan Bahasa Indonesia tetap menjadi mata pembelajaran wajib di pendidikan tinggi.

Baca Juga :  Bertabur Tari Tradisional, Nyonya Dewi Gotam Hidayat Lepas Murid TK Kemala Bhayangkari Takalar

“Ketentuan mengenai kurikulum pendidikan tinggi pada PP SNP mengikuti UU Sisdiknas,” kata Pelaksana Tugas Kepala Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Hendarman, dikutip melalui laman resmi.

Hendarman mengemukakan, terbitnya PP 57/2021 merupakan mandat dan turunan dari UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. UU 12/2012, kata dia, pun tetap berlaku sebagaimana mestinya.

“Sehingga kembali kami tegaskan bahwa mata kuliah Pancasila dan Bahasa Indonesia tetap menjadi mata kuliah wajib di jenjang pendidikan tinggi,” katanya.

Baca Juga :  Bertabur Tari Tradisional, Nyonya Dewi Gotam Hidayat Lepas Murid TK Kemala Bhayangkari Takalar

Berita Terkait

Bertabur Tari Tradisional, Nyonya Dewi Gotam Hidayat Lepas Murid TK Kemala Bhayangkari Takalar
“Meritokrasi Is Utopsi”
Cara Masak Sarden Simple dan Lezat
Cara Aktivasi Akun Siakba kpu go id
Utara Makassar Siap Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran
Waduk Nipa-nipa Berstatus Waspada! Warga Makassar Siaga Banjir
Ketahui Cara Melapor Konten Negatif ke Kemenkominfo
Susut Karena Tergosok 3 Huruf
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 23 Juni 2024 - 13:53 WITA

Bertabur Tari Tradisional, Nyonya Dewi Gotam Hidayat Lepas Murid TK Kemala Bhayangkari Takalar

Kamis, 14 Maret 2024 - 07:08 WITA

“Meritokrasi Is Utopsi”

Rabu, 7 Februari 2024 - 12:16 WITA

Cara Masak Sarden Simple dan Lezat

Rabu, 7 Februari 2024 - 07:31 WITA

Cara Aktivasi Akun Siakba kpu go id

Selasa, 30 Januari 2024 - 10:12 WITA

Utara Makassar Siap Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran

Berita Terbaru

Berita

Genap Enam Tahun, Sdit Ash Shaff Lepas Alumni Pertama

Sabtu, 15 Jun 2024 - 21:23 WITA

Advertorial

Seperti Apa Kebahagiaan dan Cinta Itu?

Minggu, 2 Jun 2024 - 08:09 WITA