Talamus.id, Gerakan Elemen Mahasiswa Pemuda Intelektual (GEMPI) angkat bicara terkait harga sawit yang tak kunjung normal di Sulawesi Barat.
Ketua Umum GEMPI Alwi Jayadi menganggap peran pemerintah dalam mengontrol Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Sulawesi barat khususnya yang ada di Mamuju Tengah masih lemah.
“Pada tanggal 30 Mei 2022 telah diadakan rapat penentuan harga belih TBS Kelapa sawit di Sulawesi barat yaitu sekitar Rp: 2.460. Namun nyaris sampai hari ini harga yang telah ditetapkan itu belum juga di terapkan oleh perusahaan kelapa sawit,” ujar Alwi, Rabu (1/6/2022).
Hal ini kata Alwi, membuat para petani resah dan mempertanyakan tupoksi pemerintah setempat sebagai pengawas dan pengontrol perusahaan yang ada di Sulawesi Barat.
“Kami berharap pemerintah dapat segera mengambil sikap tegas pada perusahaan kelapa sawit yang masih juga tak mematuhi peraturan penetapan harga beli TBS yang telah disepakati karena hal ini sangat meresahkan para petani kelapa sawit,” katanya.
“Jika selang beberapa waktu kedepan harga tak kunjung membaik maka kami akan kembali mengadakan aksi demonstrasi untuk memperjuangkan hak-hak petani kelapa sawit jika pihak pemerintah dan PKS Tak segera menanggapi dengan baik keluh kesah para petani kelapa sawit,” tegas Alwi.
Menurut Pemuda asal Mamuju Tengah itu, PKS saat ini telah melanggar peraturan yang ada dan hal ini tak seyogianya untuk dibiarkan. []


