Talamus.id, – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengkritik keras keputusan Israel yang selama lima bulan terakhir melarang pengiriman bantuan tenda ke Gaza. Larangan ini terjadi di tengah ratusan ribu warga Palestina yang terus mengungsi akibat serangan militer Israel.
Jens Laerke, Juru Bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), menjelaskan bahwa ribuan keluarga pengungsi kehilangan tempat tinggal sementara karena barang-barang bantuan, termasuk tenda, tidak diizinkan masuk. Menurut data PBB, lebih dari 700.000 orang terpaksa berpindah lokasi pengungsian selama periode tersebut.
Laerke menambahkan bahwa Israel mencurigai tenda sebagai barang dwiguna yang berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan militer. Sikap ini tetap berlaku meski Israel telah mengeluarkan perintah pengungsian baru bagi warga Palestina di Gaza.
Secara terpisah, Kantor HAM PBB melaporkan bahwa Israel memaksa warga Palestina pindah ke zona konflik seperti Al-Mawasi, yang masih mengalami serangan. Thameen Al-Kheetan, Juru Bicara badan tersebut, menyatakan bahwa pengungsi di Al-Mawasi kesulitan mengakses kebutuhan dasar, termasuk makanan, air bersih, dan perlindungan darurat.







