Talamus.id, Majene – Per tangggal 5 Februari 2022 telah dilaksanakan launching gerakan karantina sampah plastik di Lingkungan Galung Barat, Kelurahan Galung, Kec. Banggae, Kab. Majene yang dihadiri langsung oleh Istri Bupati Majene, Hj Najmah Bachit Fatta sekaligus Ketua Penggerak PKK Kab. Majene.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Mahasiswa Praktek Belajar Lapangan (PBL) Stikes Bina Bangsa Majene dan Mahasiswa KKN Unsulbar yang bekerja sama dengan Kepala lingkungan Galung Barat.
“Ini adalah proses Intervensi sebagai kelanjutan dari hasil pendataan kami yang dilaksanakan kurang lebih 6 bulan yang lalu, dari hasil pendataan tersebut didapati masalah kesehatan yang masih mencapai cukup tinggi, seperti pemanfaatan lahan kosong di rumah warga, masalah pembuangan sampah sembarangan dan SPAL,” ujar Algifari salah satu mahasiswa Stikes BBM yang sedang PBL.
“Dalam kegiatan ini, kami menggalakkan pendaur ulangan sampah dengan metode Ecobrik yaitu memasukkan sampah plastik ke dalam botol dengan cara dipadatkan, lalu dibuat kerajinan berupa kursi, meja bunga dan lainnya berbahan dasar plastik,” lanjutnya.
Sebagaimana sampah adalah permasalahan yang sangat urgen dan menjadi isu nasional dan isu global maka program penangangan sampah sangat didukung oleh pemerintah dan warga setempat.
“Ini merupakan bentuk kekhawatiran dan kerisauan melihat dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh pembuangan sampah secara sembarangan, efeknya mampu mempengaruhi tingkat kesehatan di lingkungan galung barat ini. Maka dari itu saya sebagai pemerintah lingkungan sangat mendukung gerakan penanganan sampah plastik di daerah kami ini,” ujar Saleh kepala Lingkungan Galung Barat.
“Pengolahan sampah menjadi suatu kreasi tidak hanya berpengaruh pada tingkat kesehatan lingkungan, namun hasil kreasi yang dibuat dari sampah plastik mampu menambah mata pencaharian masyarakat setempat karena bernilai jual yang tinggi,” sambungnya.
Istri Bupati Majene Hj Najmah Bachit Fatta menambahkan, kegiatan seperti ini patut dicontoh karena sangat erat kaitannya dengan salah satu permasalahan di Kab. Majene yaitu membuang sampah secara sembarangan dimana berefek pada pencemaran lingkungan, merusak biota laut dan berbagai masalah yang lain.
“Patut diacungi jempol untuk Mahasiswa yang bekerja sama dengan pemerintah lingkungan dengan menjadi sebab dari gerakan penggalakkan yang sangat bersifat positif. Harapan saya semoga dengan ini mampu berkelanjutan dan menjadi percontohan oleh daerah yang lain yang ada di Majene,” tutupnya. []






