Talamus.id, Maros – Guyuran hujan diprediksi masih akan terus berlangsung di Provinsi Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Maros hingga beberapa beberapa hari kemudian.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Maros melalui laman resminya merilis prediksi cuaca dan iklim sepanjang tahun 2022 serta menghimbau masyarakat agar upaya mitigasi dan antisipasi terhadap bencana hidrometeorologi ditingkatkan terutama jelang tutup tahun 2022 yang diprediksi curah hujan mencapai lebih dari 2500 mm, Jumat, (30/12/2022).
Diketahui dua minggu terakhir, di Kabupaten Maros-Pangkep telah diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi dan telah merendam beberapa Desa termasuk yang berada di area penyangga TN Bantimurung Bulusaraung dan area indikatif KEE Karst Maros Pangkep. Tak hanya banjir, bencana angin puting beliung, tanah longsor dan banyaknya pohon tumbang telah menimbulkan kerugian materil hingga korban jiwa.
Plh. Balai TN Bantimurung Bulusaraung Muh. Nur Hidayat mengatakan Balai TN Babul setidaknya hingga saat ini telah menurunkan personil sebanyak 25 orang yang tersebar di beberapa titik area terjadinya bencana, salah satunya di Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana.
“Kami sudah turunkan personil sebanyak 25 orang dari tim Manggala Agni termasuk yang turun dalam proses evakuasi korban tanah longsor yang terjadi di Desa Rompegading,” ujarnya
Nur Hidayat menambahkan bahwa tim dari personil Balai TN Bantimurung Bulusaraung telah berkoordinasi dengan beberapa potensi SAR yang ada di Kabupaten Maros termasuk dengan kelompok masyarakat binaan.
“Saat ini langkah tanggap darurat telah kami upayakan secara kolaboratif dengan berkoordinasi bersama sejumlah potensi SAR termasuk beberapa mitra kerjasama kami,” tuturnya.
“Sekiranya apa yang dilakukan juga dapat mengurangi tingkat resiko bencana yang ada dengan tetap menghimbau seluruh pihak untuk tingkatkan kesiapsiagaan, khususnya warga yang berada di Desa-Desa penyangga Kawasan Taman Nasional,” tambahnya
Dikonfirmasi terpisah, salah satu mitra kerjasama Balai TN Babul, FFI melalui Project Manager FFI’s IP Sulawesi Fardi Ali juga memfasilitasi beberapa personil yang tergabung dalam tim Siaga Bencana FFI’s IP Sulawesi – KLHK yang beranggotakan kelompok masyarakat Desa penyangga untuk memberikan dukungan sumberdaya dalam rangka penguatan posko gabungan tim siaga bencana daerah
Fardi menambahkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya upaya mitigasi bencana menjadi sangat diperlukan ke depan sehingga kesiapsiagaan dapat terbangun sejak dini dan aksi kolektivitas dalam tindakan tanggap darurat dapat terjadi.
“Kami berusaha ikut berkontribusi menyikapi situasi ini setidaknya dengan memfasilitasi tim Siaga Bencana yang beranggotakan masyarakat di Desa penyangga. Kami berharap melalui tim siaga ini dapat membantu penjangkauan para penyintas yang terdampak bencana serta pelingkupan informasi terkini khususnya di sekitar kawasan konservasi,” tutupnya.

