Talamus.id, – Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi tentang Vaksinasi & Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Covid-19.
Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Batua Kota Makassar, Ahad, 17 Juli 2022.
Dihadiri sebanyak 30 orang Kader Kesehatan yang bertugas di seluruh wilayah kerja Puskesmas Batua.
Abdul Majid, S.Kep, Ns, M.Kep menjelaskan tentang perlunya setiap orang diberi vaksin Covid-19.
“Vaksinasi atau Imunisasi ini bertujuan untuk membuat sistem kekebalan tubuh kita mampu mengenali dan dengan cepat melawan bakteri atau virus penyebab infeksi,” jelasnya.
Sementara Dr. Yuliana Syam, S.Kep, Ns membahas tentang Klasifikasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Covid-19.
Menurutnya, setelah melakukan vaksinasi akan ada reaksi tubuh dari penerima vaksin. Tapi, kata Yuliana Syam tidak semua orang juga merasakannya.
Hal yang sama disampaikan Prof. Dr. Elly L. Sjattar, S.Kp., M.Kes tentang gejala dan tanda KIPI.
“Tidak semua orang yang divaksinasi Covid-19 mengalami reaksi atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Namun, jika muncul reaksi atau KIPI, itu adalah sesuatu yang wajar,” terang Elly Sjattar.
Elly Sjattar juga mengatakan, gejala KIPI tidak lebih berat dari gejala Covid-19 itu sendiri.
Lebih lanjut, Indra Gaffar, S.Kep, Ns, M.Kep menguraikan langkah penanganan jika terjadi reaksi KIPI setelah vaksin.
“Di antara gejala KIPI adalah nyeri pada lengan tempat suntikan; Sakit kepala; Nyeri sendi; Menggigil; Rasa lelah; dan Demam,” paparnya.
Jika merasa tidak nyaman, kata Indra Gaffar sebaiknya beristirahat. Jika dibutuhkan, dapat menggunakan obat penurun panas sesuai dosis yang dianjurkan dan minum air putih dengan cukup.
“Jika terdapat rasa nyeri di tempat suntikan, tetap gerakkan dan gunakan lengan seperti biasa. Apabila perlu, kompres bagian yang nyeri dengan kain bersih yang dibasahi dengan air dingin,” jelas Indra. []

