Talamus.id, – Prof Dr Eko Haryono, M Si dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Geomorfologi pada Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa, 21 Juni 2022.
Dalam pidato pengukuhannya Eko menyampaikan tentang upaya pengelolaan kawasan karst termasuk lewat pendekatan morfo-hidrologi.
Eko mengungkapkan, kawasan karst telah banyak dimanfaatkan oleh manusia sejak zaman batu hingga saat ini. Jumlah manusia yang tinggal di kawasan karst pun terus meningkat, khususnya di pulau Jawa.
Kondisi tersebut, kata Eko, menyebabkan daya dukung pertanian di kawasan karst tidak lagi mampu menopang kehidupan manusia yang tinggal di dalamnya.
[monsterinsights_popular_posts_inline]
“Pertanian dan hutan rakyat di beberapa tempat sudah merambah hampir semua tempat kawasan karst Gunungsewu hingga mencapai puncak-puncak bukit karst,” ungkapnya dilangsir dari medcom.id.
Hal tersebut, menurut Eko, menyebabkan erosi tanah melampaui kondisi alamiah hingga menyebabkan batu gamping tersingkap.
“Kondisi inilah yang menyebabkan penambangan gamping marak di beberapa kawasan karst di Indonesia,” sambungnya.
Lebih lanjut, Guru besar kelahiran Banyuwangi 24 Februari 1966 itu menjelaskan, kawasan karst di Indonesia tersebar di berbagai tempat dengan karakteristik dan setting yang beragam.
Menurutnya, morfo-hidrogeologi menjadi pendekatan yang sangat penting dalam pengelolaan karst dari perspektif geo-fisik lingkungan. Hal tersebut sangat diperlukan dalam zonasi peruntukan kawasan karst sebagai kawasan lindung atau budi daya. []

