– Terjawab sudah penasaran netizen terkait video viral pengantin yang tiba-tiba mengucapkan cerai setelah selesai ijab kabul.
Video viral pengantin wanita yang tiba-tiba saja minta cerai usai ijab kabul itu terjadi di Pali, Sumatera Selatan.
Terang saja video itu langsung menuai banyak pertanyaan bagi netizen. Apa penyebab pengantin perempuan langsung berdiri dan minta cerai usai ijab kabul.
Dalam video yang beredar luas di dunia maya itu terlihat pengantin laki-laki hanya melihat saja tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh pengantin wanitanya.
Ia sama sekali tidak bereaksi saat pengantin perempuan kemudian berdiri dan masuk kamar.
Padahal saat itu baru saja ia mengucapkan ijab kabul dan pernikahan dinilai telah sah secara hukum agama.
Namun, apa yang terjadi kemudian sungguh di luar perkiraan sang pengantin laki-laki dan dan KUA yang menikahkan.
Setelah banyak yang penasaran, akhirnya terungkap penyebab mengapa mempelai wanita minta ceiar usai ijab kabul.
Hebohkan Jagat Maya
Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video seorang pengantin wanita yang mendadak meminta cerai hanya beberapa detik setelah prosesi ijab kabul.
Peristiwa ini terjadi di Desa Betung, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.
Dalam video yang viral tersebut, awalnya prosesi akad nikah tampak berjalan lancar. Pengantin pria dengan tenang mengucapkan ijab kabul di hadapan penghulu dan wali nikah mempelai wanita.
Namun, suasana tiba-tiba berubah saat sang pengantin wanita, yang duduk di samping mempelai pria, langsung berdiri dan menyatakan keinginannya untuk bercerai.
“Pak Ketip, aku nak sara (cerai) aku dak senang, dia ngecakan aku, dem aku nak sara (Pak Penghulu, aku mau cerai, aku nggak suka, dia melecehkan aku. Sudah aku mau cerai),” kata pengantin wanita dalam video tersebut kemudian langsung berdiri meninggalkan lokasi.
Sontak hal tersebut membuat heboh bagi para tamu yang hadir serta kedua belah pihak keluarga yang menyaksikan saat sang mempelai wanita itu pergi masuk ke kamar.
Begitu juga dengan pengantin pria yang tampak kaget melihat istri yang baru dinyatakan sah dinikahinya itu berkata seperti itu.
Dalam video tersebut, pengantin pria juga berkata bahwa ia bertekad tidak akan menceraikan istri yang baruh dinikahinya itu, meski sang wanita minta cerai dengan alasan tidak senang.
Belum tahu persis adanya permasalahan apa diantara keduanya.
Namun seorang penghulu yang dengan tenang mendinginkan keadaan tersebut, dan meminta agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
Sripoku.com belum mendapatkan konfirmasi lanjutan atas adanya fenomena pernikahan seumur jagung ini.
Berdasarkan keterangan beberapa sumber mengatakan, setelah dilakukan penelusuran, kejadian tersebut terjadi di Desa Betung Kecamatan Abab.
Sumber tersebut menyebutkan bahwa, pengantin pria itu merupakan warga Desa Air Itam Kecamatan Penukal
Sementara pengantin wanita merupakan warga Desa Betung Kecamatan Abab.
Akad nikah tersebut diketahui dilaksanakan di rumah pengantin wanita di Desa Betung Kecamatan Abab. Namun untuk waktu kapan perosesi akad nikah tersebut berlangsung, belum diketahui secara pasti.
Menanggapi adanya video viral terkait pernikahan seumur jagung yang terjadi di Kabupaten PALI tersebut. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Pali, Ustad Asmuni, sangat menyayangkan peristiwa itu terjadi.
Karena pada hakekatnya pernikahan itu, sejatinya harus dipertanggung jawabkan hingga dunia dan akhirat.
”Sangat disayangkan hal tersebut terjadi, dan ini menunjukan ketidak siapan mempelai untuk menikah,” kata Ust.Asmuni, Minggu (22/6/2025).
Ia juga meminta agar ditelusuri lebih dulu apakah pernikahan itu tercatat secara resmi atau tidak.
“Kalau pernikahannya tercatat biasanya ada bimbingan perkawinan dan pemeriksaan berkas persetujuan kedua mempelai,” ujarnya.
Ternyata Nikah Siri
Kepala Kantor Kemenag PALI H Deni Priansyah melalui Kasi Bimbingan Masyarakat Islam H Ayubi mengatakan bahwa prosesi akad nikah yang dilakukan dalam video yang beredar tersebut dilakukan secara siri, dilakukan di luar prosedur resmi, tanpa pencatatan dan bimbingan pranikah yang menjadi bagian dari layanan Kantor Urusan Agama (KUA)
“Sehubungan dengan beredarnya video viral mengenai pernikahan sirri yang langsung diikuti dengan permintaan cerai setelah akad, kami ingin menyampaikan bahwa, pernikahan itu bukan dilaksanakan oleh pihak KUA dalam wilayah kami, maupun oleh penghulu yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.
Pernikahan tersebut dilakukan di luar prosedur resmi, tanpa pencatatan dan bimbingan pranikah yang menjadi bagian dari layanan KUA,” kata H Ayubi.
Ia juga sangat menyayangkan dengan adanya kejadian tersebut, karena pernikahan yang tidak melalui jalur resmi berisiko menimbulkan berbagai persoalan hukum dan sosial.
Termasuk ketidakjelasan status hukum istri dan anak, serta potensi perceraian yang tidak melalui prosedur yang sah.
KUA senantiasa mengimbau masyarakat untuk melaksanakan pernikahan secara resmi dan tercatat di KUA, agar hak-hak suami istri dapat terlindungi secara hukum dan agama.
“Kalau tidak tercatat secara hukum. Jelas proses perceraiannya tidak bisa melalui pengadilan agama. Karena mereka blum punya status sebagai suami istri secara hukum,” jelasnya.
Malu sampai Menangis
Kisah Lainnya, eorang pengantin wanita mengalami hal tak terduga di hari pernikahannya.
Ia mendadak jatuh pingsan dan membuat keluarga besar panik.
Peristiwa ini terjadi di Serang Banteng.
Belakangan terkuak penyebab wanita itu pingsan lantaran syok melihat dekorasi pernikahannya yang tak layak.
Hal ini diutarakan sang pengantin yang bernama Wiwin Wulandari di akun media sosialnya.
Wuland bahkan menangis histeris di depan gapura tenda pernikahannya karena kecewa dengan pihak wedding organizer.
Kejadian tersebut lantas viral setelah Wuland membongkar hal buruk yang menimpanya di hari pernikahan.
Dilansir TribunnewsBogor.com dari akun TikTok-nya, Wuland menceritakan alasannya pingsan di hari pernikahan.
Wuland begitu terkejut melihat dekorasi tenda pernikahannya yang tak layak.
Padahal Wuland telah melunasi semua biaya pesta pernikahannya pada wedding organizer di Serang Banteng itu.
Bahkan Wuland sengaja mengambil paket pernikahan paling mahal agar dapat dekorasi impiannya.
Namun satu hari jelang pernikahannya pada 15 Juni 2025, dekorasi tenda belum juga selesai.
Kala itu Wuland sempat cemas dan berkali-kali bertanya ke pihak wedding organizer (WO).
“Aku jam 12 malam belum tidur, aku masih mondar-mandir ngelihat dekoran. Aku tanya ini kok belum selesai. Kata adminnya ‘udah kakak percayakan aja sama tim kita’. Karena aku di-treat bagus sama dia jadi aku percaya 100 persen kalau dekornya jadi subuh nanti, sesuai apa yang aku pesan,” ungkap Wuland, dilansir TribunnewsBogor.com dari akun TikTok @wuland_28, Kamis (19/6/2025).
Sebelum menyewa WO tersebut, Wuland sempat memastikan kesanggupan dari WO.
Diakui Wuland, sebenarnya ia cuma ingin menggelar akad nikah sederhana saja di Serang.
Karena keluarga besarnya lebih banyak di Lampung dan akan menggelar pesta juga di sana.
“Aku tuh pendatang, acara inti aku tuh di Lampung. Aku mau bikin acara di sini tuh pure buat akad aja, gimana caranya pantas dilihat teman, teman orangtua aku, aku udah bilang berkali-kali sama dia. Aku bilang ke dia kalau ada kekurangan dana, atau pembayaran lain, kakak ngomong aja sama aku. Kenapa aku percaya, karena dia nge-treat aku baik banget sampai nyewain kebaya baru buat aku, gimana orang enggak 100 persen percaya sama dia,” pungkas Wuland.
Dekorasi tak layak
Hingga tiba saatnya Wuland dibuat syok melihat dekorasi tempat pernikahannya.
Tak cuma Wuland, keluarga besarnya juga ikut terkejut.
Karena hingga hari pernikahan di tanggal 15 Juni 2025, dekorasi pernikahan belum selesai dibuat oleh WO.
Bahkan pada pukul 07.00 Wib, kursi pelaminan belum ada.
Keluarga Wuland gusar melihat sarung kursi untuk para tamu yang sangat kotor dan dipenuhi bercak-bercak.
“Ini kursi sarungnya belum dicuci, bekasan dari orang. Makanya nanti komplain dari tukang tenda. Ini udah dibayar lunas,” ujar keluarga Wuland dalam rekaman video.
“Ini kotor semua loh, malu kayak gini nih, budget mahal loh, semuanya pakai yang mahal semua, dilunasin semua,” sambung keluarga lainnya.
Sedianya, akad nikah Wuland dilaksanakan pukul 07.30 Wib.
Namun akhirnya akad nikah mundur menjadi jam 10.00 Wib karena dekorasi untuk pelaminan dan tempat akad baru jadi.
Itu pun kursi akad yang disediakan sangat kotor dan kumuh.
“Belum ada tempat duduk buat pelaminan. Ini ya Allah, ini lampu ngedip loh,” imbuh keluarga Wuland.
Hal itulah yang akhirnya membuat Wuland pingsan dan menangis histeris sepanjang hari pernikahannya.
Di awal kejadian kata Wuland, ia tidak ada niatan untuk memviralkannya.
Karena Wuland menganggap hal itu adalah cobaan untuk awal pernikahannya.
Namun setelah satu hari bernasib sial, Wuland dibuat terkejut dengan kabar soal WO.
Bahwa satu hari setelah pernikahan Wuland, pihak WO melakukan live streaming dan mempromosikan WO-nya.
Dalam live tersebut, pihak WO mengaku tak bersalah atas kacaunya dekorasi untuk pernikahan Wuland.
“Setelah aku dapat chat dari teman aku bahwa si Nafa Wedding ini masih nge-live, kok bisa-bisanya setelah melakukan hal kayak gitu, enggak ngerti lagi sih cara ngomongnya gimana,” kata Wuland emosi.
“Aku enggak nuntut dekoran mewah, ini jauh dari kata layak, bahkan itu dekoran enggak selesai,” ujarnya.
Klarifikasi WO
Kisah Wuland viral, pihak WO yakni Nafa Wedding akhirnya buka suara.
Dalam video yang direkam di depan tenda pernikahan Wuland, pemilik Nafa Wedding mengurai permintaan maaf.
Mendengar klarifikasi dari pemilik Nafa Wedding, emosi Wuland memuncak.
“Saya selaku owner dari Nafa Wedding memohon maaf kepada teh Wiwind Wulandari karena mengambil paketan di kita all packages tapi hasil dekorannya kurang sesuai,” ujar pemilik Nafa Wedding.
“Bukan enggak sesuai, enggak jadi, enggak layak. Kalau dekoran enggak sesuai masih bisa saya terima, ini beneran enggak layak, enggak jadi. Bayangin aja dekor baru jadi jam 10, apa itu?” kata Wuland.
Sadar akan kesalahannya, pemilik WO pun langsung memberikan uang ganti rugi yakni setengah dari harga paket awal.
“Jadi dari packages sekitar Rp30 juta, akan saya berikan kompensasi sekitar Rp15 juta dan insya Allah ditransfer hari ini tanggal 15 Juni 2025, saya meminta maaf kepada teh Wiwind dan keluarga atas kekurangan yang kurang memuaskan, menjadi evaluasi buat saya dan tim ke depannya,” ujar Wuland.
Diberi ganti rugi berupa uang, kekesalan Wuland belum hilang.
Wuland mengaku uang tidak bisa menggantikan perasaan malunya pada keluarga.
“Uang itu enggak bisa ngebeli rasa malu yang udah terjadi,” imbuh Wuland.
“Biar yang lain enggak ngerasain apa yang aku rasain. Katanya dia bakal tutup job, dia bakal evaluasi. Tpai besoknya dia live streaming, teman aku komen, dia malah ngomong ‘itu bukan salah kita, itu salah yang pasang tenda’. Fiks harus aku viralin, kasihan catin lain. Tadinya saya udah ikhlas, tapi dengan dia live streaming seperti itu, bikin klarifikasi yang enggak masuk di logika saya, seolah dia yang paling tersakiti, ini orang benar-benar enggak ada empati,” sambungnya.
( )







