Talamus.id- Batas Tata Surya masih menyimpan banyak misteri. Meskipun pengaruh gravitasi Matahari melemah di wilayah terluar, benda-benda langit seperti komet dan planet masih mengorbit pada jarak ekstrem. Kini, para astronom mengungkapkan dugaan adanya planet baru yang tersembunyi di kegelapan luar angkasa, jauh melampaui orbit Neptunus.
Berbeda dengan hipotesis Planet 9 yang telah lama diperbincangkan, temuan terbaru ini mengarah pada keberadaan objek lebih kecil dengan massa setara Bumi. Planet hipotetis ini sementara dinamai Planet Y, menyisihkan istilah Planet X yang selama ini identik dengan pencarian Planet 9.
Bukti potensial keberadaan Planet Y berasal dari analisis orbit benda trans-Neptunus (TNO). Tim peneliti menemukan pola konsisten berupa kemiringan orbit sebesar 15 derajat pada rentang jarak 80-200 unit astronomi (AU). Kemiringan ini hanya memiliki probabilitas kebetulan sebesar 2%, mengindikasikan pengaruh gravitasi dari benda massif.
“Kami mengamati distribusi TNO yang tidak beresonansi dengan Neptunus,” jelas para peneliti. “Pola lengkungan yang muncul di rentang 80-400 AU sulit dijelaskan tanpa kehadiran benda pengganggu.”
Berdasarkan simulasi, planet dengan massa antara Merkurius dan Bumi yang mengorbit pada 100-200 AU bisa menjelaskan fenomena ini. Opsi planet seukuran Pluto juga mungkin, meski bukan skenario ideal. Objek lebih besar dipastikan sudah terdeteksi karena akan menimbulkan efek gravitasi lebih jelas.
Penemuan ini mendapat dukongan dari penelitian sebelumnya yang juga mengusulkan konsep Planet Y. Kabar baiknya, Observatorium Vera Rubin dengan survei Legacy Survey of Space and Time (LSST)-nya diprediksi mampu mengkonfirmasi atau membantah hipotesis ini dalam beberapa tahun mendatang.
“Jika Planet Y benar ada dan berada dalam jangkauan pengamatan, LSST akan mendeteksinya,” tulis tim peneliti. “Bahkan jika tak terlihat langsung, survei ini akan memberikan data lebih rinci tentang pola orbit TNO yang dipengaruhi planet tersebut.”
Temuan ini membuka babak baru dalam eksplorasi tata surya, membuktikan bahwa wilayah terluar sistem kita masih menyimpan banyak kejutan yang menunggu untuk diungkap.

