TALAMUS, TAKALAR –Tengah malam saya menulis Whats App permohonan maaf kepada Ibu Kepala Disdikbud Kota Makassar karena tak sempat membersamai beliau dan rekan-rekan Anggota Dewan Kebudayaan Kota Makassar berkunjung ke Singapura & Malaysia. Dua hari berturut berada di Takalar & Galesong.
Mungkin karena faktor “U” sehingga terasa capek sekali sehingga tak dapat melakukan perjalanan jauh. Sejak Hari Sabtu menghadiri Pelantikan Pengurus IKA UNHAS daerah Takalar oleh Bapak Danny Pomanto, dan Ahad menerima kunjungan Persaudaraan Peranakan Tionghoa Makassar pimpinan Baba’ Ir Arwan Tjahjadi.
Pada hari Senin sejenak kembali ke habitat menguji Program Doktor di UMI, dan pada hari Rabu 24 Juli bersamaan waktunya teman-teman kami berada di Malaysia dan Singapura, dengan didampingi Ketua Balla Barakka Galesong (BBGR) Ibu-Ibu Suryana Aminuddin
Kami menerima kunjungan mahasiswa dan dosen Fakulti Undang-Undang Universiti Kebangsaan Malaysia (FUU UKM) dalam rangka Inbound Student Program, antara lain belajar tentang budaya Sulawesi Selatan, diantar langsung pimpinan Fakultas Hukum Unhas (FHUH): Wakil Dekan 2, Wakil Dekan 3 dan beberapa orang dosen.
Tentunya, sebuah kejutan buat kami karena rombongan ini diikuti alumni FH UH sekaligus Kajari Takalar Ibu Tenriawaru, SH,MH yang untuk pertama kalinya berkunjung ke BBRG.

Beliau (sebagai penegak hukum) menyatakan terharu bisa berkunjung terutama upaya kami dalam pencegahan kejahatan, terutama atas penjelasan Ketua Pokdarwis Abdul Jalil Mattewakkang dan Doktor Buyung Romadhoni tentang keadaan sekitar yg tadinya adalah daerah kumuh dan jorok, pusat kejahatan, penjualan minuman keras (tuak), judi, pencurian, dll kejahatan, kini telah menjadi daerah kunjungan wisata budaya, pendidikan dan kearifan leluhur.
Alhamdulillah, para pengunjung terutama dari UKM ini merasa surprise dengan keadaan BBrG, dengan sistem pengelolaan kami secara digital yg semungkinkan setiap pengunjung mendapatkan langsung Sertifikat Pengunjung yang ditanda tangani Kepala Kampung, sekaligus “terdaftar” sebagai penduduk Kampung Virtual BBRG.
Para pengunjung baik Ibu Kajari, mahasiswa FUU UKM, Dosen Unhas dan pengunjung lainnya merasa bangga karena mereka telah dapat menuliskan namanya masing dalam Aksara Lontara’ Makassar.
Mereka juga senang dengan ritual penyambutan adat khas BBRG. Baarakallah ( Prof. Aminuddin Salle)







