TALAMUS, TAKALAR-Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol. Fadil Imran menerima kunjungan salah seorang remaja warga asal Takalar yang berhasil menyelesaikan hafalan Qur an 30 Juz di Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur’an MANTAB, Kecamatan, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Dalam pertemuan tersebut, Jendral Bintang Tiga Jebolan Akpol 1991 asal Makassar, Sulsel itu pun menyambut hangat kedatangan Yudha bersama Ibundanya. Fadil Imran juga memberikan pujian dan motivasi agar Yudha melanjutkan menimbah Ilmu ke Madina untuk lebih memperdalam pengatahuan Agamanya.
“Saya harap ananda Yudha bisa melanjutkan pendidikan lebih tinggi dan semoga tahun ini bisa berangkat dan kuliah ke-Madina” Ungkap Mantan Kapoda Metro itu saat ditemui Yudha bersama Ibunya di Markas Besar Jln Trunojoyo, Kemayoran baru Jakarta Selatan
Sosok Yudha adalah anak Yatim asal Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Dia lahir di Takalar, 25 April 2005 dari pasangan Yusran dan Sri Hendrawati. Yudha menjadi yatim sejak berumur enam bulan. Ayahnya bernama Yusran seorang karyawan Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang meninggal akibat kecelakaan.
Ayah Yudha cukup dikenal dimasanya, Yusran memiliki Hoby yang cukup ekstrim yakni balap motor. Dikabarkan, Yusran pun menghembuskan napas terakhirnya diatas motor balapnya saat melakukan test drive
Sebelumnya, anandha Yudha sempat mondok di pesantren Wadizzuhur Kabupaten Gowa. Namun, karena tekat dan keinginan untuk menyelesaikan Hafalan Qur’annya dia memberanikan diri merantau ke Jakarta dan mondok selama dua tahun di Pondok Tahfidz MANTAB.
Meski tak pernah melihat sosok ayah sejak kecil, Yudha tidak berkecil hati, ataupun hilang harapan, dirinya terus tekun berusaha untuk menjadi kebanggaan untuk keluarganya,
Selama merantau di Jakarta, Yudha mendapatkan dukungan penuh dari Komjen Fadil Imran, hal itu diungkapkan Sri Hendrawati ibu dari Yudha saat ditemui dibilangan sudut kota Takalar. Selasa, 2/07/2024.
Menurut Sri Hendrawati, yang akrab dengan panggilan Enda, selama anaknya merantau di Jakarta kurang lebih dua tahun, ia tidak pernah disusahkan karena segala kebutuhannya di bantu pak Fadil Imran
“Alhamdulillah selama anakda merantau di Jakarta seluruh kebutuhannya di Tanggung Daeng Timung” Ucap Enda menyebut nama panggilan Fadil Imran selaku orang Makassar
Dengan penuh haru Enda pun menceritakan jika Komjen Fadil Imran masih memiliki hubungan keluarga sehingga dirinya merasa sangat bersyukur mendapatkan dukungan selama anaknya menimbah Ilmu agama di Jakarta
“Daeng Timung ini orangnya sangat dermawan dan memang suka membatu keluarga, kebetulan saya masih keluarga dekat dengan beliau” Katanya dengan mata berkaca-kaca sembari memperlihatkan foto anaknya Yudha di dampingi Fadil Imran, saat masih mengenakan baju wisudawan dengan selempang bertuliskan 30 juz.