TALAMUS, TAKALAR – Kebahagiaan dan cinta adalah dua kata satu rasa yang terus menjadi misteri bagi manusia sepanjang usia semesta.
Namun, berbahagialah mereka yang pernah mengecap rasa rindu, terbuai cinta dan dibelenggu kebencian. Sebab, rasa itu adalah mahakarya indah yang hanya bertahta dalam relung hati manusia.
Dengan hati, kita akan paham arti dari kebahagiaan serta kesedihan. Sedih adalah katalis dari bahagia itu sendiri, sehingga cinta adalah konklusi dari argumen rasa sedih dan bahagia
Kebahagiaan hanya akan terengkuh setelah melewati labirin dunia kesedihan, tentunya tak banyak yang berhasil melaluinya, kecuali mereka yang mampu memaknai cinta, dia akan merasakan indahnya hidup, walaupun tekadang rasa dari cinta itu tak berjalan sesuai asa.
Andai tak sejalan, Ia lebih memilih diam dan tersenyum dalam kesendirian. Pikirannya sederhana, karena mengerti makna cinta secara seutuhnya.
Baginya, cinta adalah kerinduan mahluk dengan penciptaNya. Hati dan lisannya pun akan selalu memuji TuhanNya sebagai pemilik dari rasa cinta itu
Setiap hari akan terus lahir kisah Romansa. falsafah cinta manusia akan terus menggema, mulai dari awal kehidupan sampai pada akhir zaman.
Anak manusia terlahir dan wafat dengan cerita cinta masing2. Waktu berganti, peradaban berubah, catatan sejarah terus berulang menyisahkan tawa dan air mata
Kisah pecinta fenomenal tertulis dan abadi dalam memoer buku. Bagi yang pencinta yang berakhir sedih akan mengutuk cinta seumur hidupnya.
Sebaliknya, yang berbahagia karena akhir baik akan memuji cinta sebagai takdirnya. Idealnya, hal itu cuma tentang rasa, kembali keindividu itu sendiri, tergantung cara mereka berpikir, berprasangka kemudian menjalaninya.
Akan selalu ada digaris simpang pilihan, Ia berhak memilih diatas jalan kebahagiaan atau terhenti diatas derita tanpa akhir.
Meskipun, hanya sedikit yang akan sampai pada titik itu, kecuali yang memahami jika rasa kebahagiaan dan cinta hanyalah titipan yang dimilikinya sejak lahir sebagai karunia terindah menuju keabadian.
Mereka yang memaknai kebahagiaan hidup dengan harga diri tinggi yang bisa memberi cinta dan rasa hormat secara bertanggung jawab untuk diri dan orang lain
Pecinta sejati akan selalu merasakan hari indah, dengan senyum merona diwaktu fajar dan senyum manis dikala senja. Ia mampu menyembunyikan lara dan duka dibalik cerah wajahnya.
Kutulis ini untukmu, karena tak kulihat lagi sinar cinta itu diwajahmu. Mungkin engkau lupa, jika namamu masih yang teratas dan terindah.
Hari itu tak kulihat senyummu. Aku pun ragu, kau tak lagi mampu membaca espresi kerinduanku. Atau mungkin, engkau telah sibuk menulis puisi Dunia yang melelahkan
Senyumlah, karena dunia tak butuh tangismu!
Suatu hari di pulau Dewata, tentunya berdua bersamamu, dikelilingin hamparan alam penuh eksotik. 03 Desember 2023. ( Umie Hudzaifah)







