Seperti Apa Kebahagiaan dan Cinta Itu?

Minggu, 2 Juni 2024 - 08:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TALAMUS, TAKALAR – Kebahagiaan dan cinta adalah dua kata satu rasa yang terus menjadi misteri bagi manusia sepanjang usia semesta. Namun, berbahagialah mereka yang pernah mengecap rasa rindu, terbelenggu cinta dan benci. Sebab, rasa itu adalah mahakarya indah yang hanya bertahta dalam relung hati manusia.

Dengan hati, kita akan paham arti dari kebahagiaan serta kesedihan. Karena sedih adalah katalis dari bahagia itu sendiri, sehingga cinta adalah konklusi dari argumen rasa sedih dan bahagia

Kebahagiaan hanya akan terengkuh setelah melewati labirin dunia kesedihan, tentunya tak banyak yang berhasil melaluinya. Kecuali Orang-orang yang mampu memaknai cinta, mereka akan merasakan indahnya hidup, meski rasa dari cinta itu tak berjalan seperti inginnya.

Jika tak sejalan, Ia lebih memilih merenung dan tersenyum dalam kesendirian. Pikirannya sederhana karena mengerti makna cinta secara mendalam. Baginya, Cinta adalah kerinduan mahluk dengan TuhanNya, Hati dan lisannya pun akan selalu memuji RabbNya sebagai pemilik dari rasa cinta itu

Hari-hari ini akan terus lahir kisah Romansa. falsafah cinta manusia akan terus menggema sampai akhir zaman. Anak manusia akan lahir dan wafat dengan cerita cintanya. Waktu berganti, peradaban berubah, catatan sejarah terus berulang menyisahkan tawa dan air mata

Kisah-kisah pecinta fenomenal pun abadi dalam buku. Dia yang tertulis dan berakhir sedih menjadi pengutuk cinta seumur hidupnya. Sementara lainnya berbahagia karena akhir baik, kemudian memuji cinta sebagai takdirnya. Sejatinya, kedua hal itu cuma tentang rasa sehingga kembali keindividu itu sendiri tergantung cara mereka berpikir, berprasangka kemudian menjalaninya.

Baca Juga :  Pernah Mengabdi di Takalar, Purna Praja STPDN kini Jabat Kapuspen Kompetensi SDM Sekjen KPU RI

Anak manusia akan selalu ada digaris simpang pilihan, Ia berhak memilih diatas jalan kebahagiaan atau terhenti diatas derita tanpa akhir. Namun, hanya sedikit yang akan sampai pada titik itu, kecuali yang memahami jika rasa kebahagiaan dan cinta hanyalah titipan yang dimilikinya sejak lahir sebagai karunia terindah menuju keabadian.

Namun, hanya mereka yang memaknai kebahagiaan hidup dengan harga diri tinggi yang bisa memberi cinta dan rasa hormat secara bertanggung jawab untuk diri dan orang lain

Baca Juga :  Pernah Mengabdi di Takalar, Purna Praja STPDN kini Jabat Kapuspen Kompetensi SDM Sekjen KPU RI

Idealinya, pecinta sejati akan selalu merasakan hari indah, dengan senyum merona diwaktu fajar dan senyum manis dikala senja. Ia mampu menyembunyikan lara dan duka dibalik cerah wajahnya.

Kutulis ini untukmu, karena tak kulihat lagi sinar cinta itu diwajahmu. Mungkin engkau lupa, jika namamu masih yang teratas dan terindah.

Hari itu tak kulihat senyummu. Aku pun ragu, kau tak lagi mampu membaca espresi kerinduanku. Atau mungkin, engkau telah sibuk menulis puisi Dunia yang melelahkan

Senyumlah, karena dunia tak butuh tangismu!

Suatu hari di pulau Dewata, tentunya berdua bersamamu, dikelilingin hamparan alam penuh eksotik. 03 Desember 2023. ( Umie Hudzaifah)

Berita Terkait

Minggu, 2 Juni 2024 - 08:09 WITA

Seperti Apa Kebahagiaan dan Cinta Itu?

Berita Terbaru

Advertorial

Seperti Apa Kebahagiaan dan Cinta Itu?

Minggu, 2 Jun 2024 - 08:09 WITA