Nasional, – Kedatangan Brigadir Josua Hutabarat ke dirumah dinas Irjen Ferdy Sambo rupanya atas jebakan Putri Candrawati, hal ini terungkap dari pengakuan terbaru kabareskim mengatakan ada rapat kilat yang dilakukan para tersangka sebelum mengeksekusi Brigadir Josua.
Kabareskim Mabes Polri Komjen Agus Andrianto memaparkan ada pertemuan di lantai 3 di rumah Irjen Ferdy Sambo yang ada di Jalan Saguling.
Pertemuan itu dihadiri oleh Ferdy Sambo, Putri Candrawati, sang sopir, Tuan Ma’ruf, Barada Elizer dan juga Bripka RR.
Dipertemuan kilat tersebut Ferdy Sambo menanyakan kesanggupan anak buahnya mengeksekusi Brigadir Josua.
Putri Candrawati juga ikut dalam skenario yang dibuat oleh sang suami, seusai rapat tersebut Putri Candrawati secara keji menjebak Brigadir J untuk ikut bertolak ke rumah dinas Irjen Ferdy sambo.
Di rumah tersebut diduga sudah direncanakan bagaimana Brigadir J akan dibunuh, tak hanya menjebak Brigadir J untuk datang ke rumah dinas. Putri Candrawati juga menjajikan uang pada para tersangka.
Bharada E sebagai eksekutor Dijanjikan satu miliar rupiah sementara kuat Ma’ruf dan Bripka RR masing-masing dijanjikan 500 juta Rupiah.
Seusai menghabisinya kini Putri Candrawati resmi menjadi tersangka penetapan tersangka berdasarkan dua alat bukti yang telah ditemukan kepolisian diantaranya adalah gerak-gerik dari Putri Cendrawati yang terekam sesaat dan saat kejadian pembunuhan pada Brigadir Yosua.
CCTV tersebut sebelumnya dilaporkan hilang namun kini sudah berhasil ditemukan kembali.





