Talamus.id, Mataram – PT MFH Mataram telah disetujui Dirjen Dikti dan Kopertis wilayah VIII Denpasar untuk membuka jurusan dan Program studi tambahan.
Politeknik Medica Farma Husada Mataram kini telah menambah jumlah Prodi di dalam kelembagaannya dari tiga program studi diantaranya Farmasi, Analisis Kesehatan, Rekam Medis kini jumlahnya bertambah menjadi delapan prodi yang dikembangkan.
Adapun Prodi terbaru saat ini yang baru dibuka adalah Program Studi Perangkat Lunak dan Program Studi Statistik Terapan.
Wakil Direktur III, Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan Dr Alfi Syahrin M.M., M.Kes membenarkan informasi tersebut.
“Iya betul sekali atas berkah dan rahmat Allah SWT politeknik medica farma husada mataram telah bertambah program studinya pada jelang akhir tahun 2021 ini, dari tiga menjadi delapan,” ungkapnya.
Doktor jebolan Universitas Hasanuddin Makassar ini tidak menampik informasi tersebut.
“Saat ini kita tengah siap-siap dan kita minta kesediaan para pelaku sistem seperti Dosen dan Mahasiswa serta pelaku sistem lainnya mengambil peran penting dalam ikut mensupport perubahan ini tentunya dengan skill dan kompetensi yang makin baik,” tambahnya.
Ketika ditanya jumlah mahasiswa baru tahun ajaran 2021/2022 Alfis sapaan akrab Wakil Direktur III mengungkapkan sekitar 400 mahasiswa telah teregistrasi dalam wadah regular maupun non regular akademik sistem.
”Alhamdulillah jumlah yang reguler maupun non reguler saat ini hampir empat ratusan lebih dan saat ini mereka lagi fokus dan konsentrasi menimba ilmu di kampus kita,” imbuhnya.
“Kami memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memilih dan mengambil bagian dalam Politeknik dengan tanpa kita memaksanya melainkan bisa melihat dengan rasionalitas berpikir yang sehat bahwa lembaga PT MFH ini benar benar layak untuk dipilih dan dimasuki menimba ilmu bukan karena dari icon dan jargonnya saja melainkan dari komitmen dan integritas serta kwalitas program yang dipaparkan,” bebernya.
Dengan dibukanya program studi baru ini pihak kampus berharap dapat membantu pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia khususnya menyiapkan tenaga kesehatan yang mumpuni.
“Dengan pembukaan prodi baru juga turut membantu pemerintah daerah dalam siapkan sumber daya daerah nya masing masing terutama di lingkup NTB sehingga daerah tersebut mampu mengatasi masalah kekurangan tenaga kesehatan sesuai bidangnya maupun pengalamannnya,” pungkasnya. []




