Talamus.id, – Fase pertumbuhan anak sangat penting bagi para orang tua untuk diperhatikan, terutama ketika si kecil mulai tumbuh gigi. Pada tahap ini, anak akan merasakan ketidaknyamanan dan seringkali menjadi rewel, terutama akibat gejala demam.
Dokter spesialis anak dari RSIA Grand Family, dr. Irene Melinda Louis, menjelaskan bahwa demam pada saat tumbuh gigi biasanya disebabkan oleh peradangan gusi. Namun, sebelum gigi pertama tumbuh, si kecil akan menunjukkan beberapa tanda seperti mengeluarkan air liur lebih banyak, menjadi lebih rewel dari biasanya, suka menggigit benda yang dipegang, gusi terlihat bengkak, nafsu makannya berkurang, dan demam karena peradangan gusi.
Irene menegaskan bahwa proses tumbuh gigi tidak akan menyebabkan demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius, pilek, hidung tersumbat, atau muntah. Namun, demam yang disertai dengan gejala tersebut dapat menimbulkan risiko anak terkena infeksi virus atau bakteri.
“Tumbuh gigi juga memicu stres pada bayi, yang membuat daya tahan tubuh melemah dan rentan sakit. Inilah sebabnya mengapa pada saat tumbuh gigi, terdapat peningkatan suhu pada tubuh bayi,” jelasnya dalam pesan singkat, dikutip oleh Hypeabis.id pada Senin (20/2/2023).
Proses tumbuh gigi pada bayi dimulai dengan tumbuhnya dua gigi pertama pada usia 4 hingga 10 bulan, tergantung dari masing-masing anak. Biasanya, gigi depan bawah muncul pertama kali.
Jika Anda merasa kesulitan mengatasi anak yang rewel dan demam saat tumbuh gigi, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan beberapa penanganan.
Pertama, berikan pijatan lembut pada gusi anak.
Pijatan dengan jari dapat membantu meredakan rasa sakit pada gusi si kecil, karena dapat mengurangi tekanan dari gigi yang akan tumbuh.
Kedua, berikan teether.
Irene menjelaskan bahwa penggunaan teether dapat membantu merangsang gigi. “Ketika bayi merasa gusinya gatal dan nyeri, menggigit-gigit teether membuatnya merasa lebih nyaman,” tuturnya.
Ketiga, berikan makanan atau minuman yang dingin.
Para ibu bisa memberikan buah yang sebelumnya dibekukan atau dalam suhu dingin. Rasa dingin ini dapat mengurangi rasa sakit pada gusi.
Keempat, berikan obat anti nyeri.
Irene menyebutkan bahwa apabila rasa nyeri tidak membaik, pemberian obat dapat disarankan dan tentunya harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak.
Selain meredakan gejala, para ibu juga dapat membantu anak-anak untuk mendapatkan gigi yang kuat melalui nutrisi yang terkandung dalam makanan. Contohnya susu dan produk turunannya.
berikut ini tips untuk perawatan gigi dan mulut pada bayi yang bisa dicoba di rumah.
1. Bersihkan gusi dan gigi dengan kain basah yang lembut
Membersihkan gusi dan gigi dengan kain basah atau kasa sebaiknya dilakukan 2 kali sehari, yaitu setelah si kecil makan siang dan pada malam hari sebelum tidur. Biasanya hal ini dilakukan pada bayi yang baru lahir atau belum tumbuh gigi.
2. Gunakan sikat gigi dan pasta gigi yang tepat
Jika gigi sudah tumbuh, si kecil sudah bisa dilatih menyikat gigi. Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat lembut, kepala sikat yang kecil, dan pegangan yang besar, sehingga mudah digenggam. Selalu pastikan pasta gigi yang digunakan khusus sesuai umur anak karena aman bila tertelan.
3. Ajak anak sikat gigi sebelum tidur
Kegiatan menyikat gigi sebelum tidur sebaiknya ditanamkan sejak dini, selain melatih kedisiplinan hal ini juga berdampak pada kesehatan mulut dan gigi.
4. Biasakan kontrol ke poli gigi 6 bulan sekali
Selain untuk mengecek kesehatan, upaya ini juga dilakukan untuk pengenalan sosok dokter kepada anak, sehingga anak tidak takut untuk pergi ke dokter.

