Talamus.id, – Tanda pagar alias tagar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bangkrut menggema di twitter, Jumat, 15 Juli 2022.
Hingga pukul 11.25 wita tagar tersebut telah mencapai 4.035 ciutan dari netizen Indonesia yang dikenal “brisik” di dunia maya.
Netizen ramai-ramai menciutkan pro dan kontra kemungkinan Indonesia bernasib seperti Sri Lanka.
Akan tetapi, menurut pemilik akun @B_dzoel Indonesia mengalami kebangkrutan tidak akan terjadi, namun masih terjajah di segala bidang khususnya ekonomi.
“#NKRIBangkrut ?? Bangkrut sieh kemungkinan kagak, Kalu terjajah iya. Terjajah dari para penguasa juga pengusaha. Banyak nyang rangkap jabatan malahan Penguasa merangkap pengusaha ya enggak broh?,” ciut @B_dzoel.
Namun, kritikan kepada pemerintah saat ini akan selalu mendapat pembelaan pro rezim Jokowi dan para pengeritik akan di cap sebagai kadrun alias kadal gurun.
“Kebiasaan kadrun itu lebih percaya judul tanpa baca isi nya.Pantes otak kosong nyaring bunyinya. Ngakak, cuma kadrun yg ingin negara nya sendiri bangkrut. Hilang akal emankk,” tulis pemilik akun twitter @kurakurabrsayap.
Seperti diketahui yang dikutip dari terkinidotid, Menteri Keuangan, Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa Indonesia berpotensi mengalami resisi ekonomi.
Hasil survey Bloomberg menyatakan bahwa Indonesia masuk dalam peringkat 14 dari 15 negara Asia yang memiliki potensi besar mengalami resisi ekonomi.
Kendati demikian, Menkeu Sri Mulyani menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan terlena dan akan tetap waspada dengan segala kemungkinan yang mengancam dan akan mengerahkan semua instrument kebijakan.
“Kami tidak akan terlena, kami tetap waspada,” kata Menkeu Sri Mulyani di pertemuan G20.
Dengan peringkat yang diduduki Indonesia, survey Bloomberg menyatakan kemungkinan resisi ekonomi untuk Indonesia sebesar tiga persen, jauh dari Sri Lanka dengan potensi 85 persen dan menduduki peringkat pertama.
Penulis: Syarif Kate

