TALAMUS, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) mengambil langkah kebijakan dengan membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswanya yang berasal dari wilayah Sumatra dan terdampak bencana banjir bandang serta longsor.
Kebijakan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk semester depan ini menjadi bentuk kepedulian institusi terhadap mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi akibat musibah yang menimpa wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November 2025.
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menyampaikan komitmen penuh mendampingi mahasiswa terdampak. “Yah, tentu kami sangat prihatin atas apa yang terjadi. Ini semua adalah bencana. Saya berharap anak-anakku semua tetap bisa belajar.” ujarnya saat bertemu delapan mahasiswa terdampak, dikutip dari keterangan resmi Universitas Hasanuddin, Senin (8/12/2025).
Selain pembebasan UKT, Unhas memberikan kesempatan program Fast Track untuk percepatan studi ke jenjang Magister (S2) sebagai bentuk kompensasi khusus bagi mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah yang terdampak.
Langkah Unhas ini menunjukkan sensitivitas institusi pendidikan terkemuka di Sulawesi Selatan terhadap kondisi krisis yang menimpa kawasan Sumatra.
Dengan mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia yang menempuh pendidikan di Makassar, Unhas memahami betul kebutuhan mendukung generasi muda yang terdampak bencana alam.
Kebijakan ini sejalan dengan program pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang membebaskan UKT untuk mahasiswa terdampak. Data Kemendiktisaintek mencatat 16.234 mahasiswa dan 1.330 dosen dari 60 perguruan tinggi terkena dampak bencana Sumatra tersebut.
Pemerintah juga menyiapkan rencana pemulihan yang dimulai Januari 2026, meliputi pengadaan dapur umum di kampus terdampak, pengaturan ujian yang fleksibel, penggalangan bantuan kebutuhan mendesak, dan pembentukan tim psikososial untuk mendampingi korban bencana.
Kebijakan pembebasan UKT dari institusi pendidikan seperti Unhas diharapkan dapat menjadi contoh bagi universitas lain di Indonesia dalam merespons krisis kemanusiaan dan memberikan dukungan nyata kepada mahasiswa yang terdampak bencana alam.







