Talamus.id, – Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melancarkan operasi militer besar-besaran di wilayah Gaza pada Kamis dini hari (23/8/2025), menandai eskalasi baru dalam konflik yang telah berlangsung puluhan tahun. Serangan ini dilaporkan oleh sejumlah media internasional, termasuk CNN dan BBC, sebagai aksi ofensif paling signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Brigadir Jenderal Effie Defrin, juru bicara IDF, menyatakan bahwa pasukan Israel telah mengamankan wilayah pinggiran Kota Gaza dan operasi militer terus berlanjut. “Kami sedang memperluas kendali di area strategis sambil memprioritaskan keselamatan warga sipil,” ujarnya dalam konferensi pers Rabu (20/8/2025). IDF juga mengungkapkan telah mengirimkan 60.000 surat wajib militer pekan ini dengan tambahan 20.000 surat yang akan disebarkan akhir bulan.
Pemerintah Israel dibawah kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Katz menargetkan penguasaan penuh atas Gaza pada Kamis ini. Rencana ini disetujui dalam rapat kabinet Selasa (19/8/2025) setelah negosiasi tidak langsung dengan Hamas mengalami kebuntuan. Sebelum serangan dimulai, ratusan ribu warga Gaza telah diperintahkan untuk mengungsi ke wilayah selatan yang lebih aman.
Defrin menegaskan bahwa operasi ini bertujuan melumpuhkan kekuatan Hamas yang disebutnya telah “mengalami kerugian signifikan” selama 22 bulan konflik terakhir. “Kami akan terus menetralisir ancaman terorisme di Kota Gaza, yang menjadi pusat komando dan logistik Hamas,” tegasnya. Dua brigade IDF saat ini beroperasi di pemukiman Zeitoun, tempat ditemukannya jaringan terowongan bawah tanah berisi persenjataan, sementara brigade ketiga bertugas di area Jabalia.
Di sisi lain, Mahmoud Bassal, juru bicara Pertahanan Sipil Hamas, menggambarkan situasi di Gaza sebagai “sangat kritis dan tidak manusiawi”. Pihaknya menyatakan terus melakukan perlawanan meski menghadapi serangan dahsyat dari pasukan Israel. Konflik ini semakin memanas setelah pembicaraan gencatan senjata dan pertukaran tahanan antara Israel dan Hamas gagal mencapai kesepakatan bulan lalu.

