Talamus.id- Abemaciclib menjadi salah satu terapi andalan dalam penanganan kanker payudara stadium lanjut yang telah menyebar ke organ lain (metastasis). Mekanisme kerjanya yang unik dengan menghambat aktivitas protein kinase membuat obat ini efektif memperlambat progresivitas penyakit.
Tak hanya bekerja sendiri, abemaciclib sering dikombinasikan dengan obat penghambat aromatase sebagai bagian dari terapi hormon untuk kasus kanker payudara tertentu. Kombinasi ini menunjukkan hasil yang signifikan dalam berbagai studi klinis.
Profil Lengkap Abemaciclib
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antineoplastik |
| Indikasi | Terapi kanker payudara metastatik |
| Populasi pasien | Dewasa |
| Kehamilan | Kategori D: Risiko fetal terbukti |
| Menyusui | Tidak direkomendasikan |
| Sediaan | Tablet oral |
Pertimbangan Penting Sebelum Penggunaan
Pasien perlu memperhatikan beberapa kondisi khusus sebelum memulai terapi abemaciclib:
- Riwayat gangguan hati atau ginjal perlu disampaikan ke dokter
- Wanita yang sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui harus berkonsultasi intensif dengan dokter
- Kondisi medis lain yang sedang dihadapi perlu dievaluasi untuk menghindari komplikasi
Regimen Dosis yang Direkomendasikan
Dosis abemaciclib disesuaikan dengan kondisi spesifik pasien:
Kanker payudara lokal:
- 150 mg dua kali sehari secara kontinu selama maksimal 2 tahun
Kanker payudara metastatik:
- 200 mg sebagai dosis tunggal dua kali sehari
Pedoman Penggunaan Optimal
Untuk memastikan efektivitas terapi, pasien disarankan:
- Menelan tablet utuh tanpa dikunyah atau dihancurkan
- Jika melewatkan dosis, segera konsumsi saat ingat kecuali sudah mendekati waktu dosis berikutnya
- Menyimpan obat di tempat aman yang tidak terjangkau anak-anak
- Memantau respons tubuh dan melaporkan efek yang tidak diinginkan
Potensi Interaksi Obat
Abemaciclib dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat:
- Risiko peningkatan efek samping bila dikombinasikan dengan antijamur tertentu atau antibiotik makrolida
- Obat penetral asam lambung dapat mengurangi penyerapan abemaciclib
Disarankan jeda 2 jam antara konsumsi abemaciclib dengan obat asam lambung untuk meminimalkan interaksi.
Efek Samping yang Perlu Diwaspadai
Beberapa reaksi yang mungkin timbul:
- Gangguan pencernaan seperti mual, muntah, atau diare
- Penurunan nafsu makan
- Gangguan hematologis seperti anemia
- Reaksi dermatologis berupa ruam atau gatal
Segera hubungi tenaga medis jika mengalami:
- Gejala alergi berat
- Gangguan irama jantung
- Tanda-tanda kerusakan hati (kulit kuning, urine gelap)
- Gejala serius lainnya seperti sesak napas atau nyeri dada
Pemantauan rutin oleh dokter selama terapi sangat penting untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan efek yang tidak diinginkan.

