Talamus.id, – Sebanyak 13 anggota aparat keamanan, terdiri dari 8 personel TNI, 3 polisi, dan 2 petugas Satpol PP, mengalami luka-luka dalam aksi unjuk rasa yang berujung kericuhan di kantor Bupati Bone, Sulawesi Selatan. Massa demonstrasi menolak kebijakan kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Kapolres Bone AKBP Sugeng Setyo Budhi menjelaskan, sebagian besar korban mengalami luka di kepala dan sedang menjalani perawatan medis.
Menurut Sugeng, pihak kepolisian telah memberikan peringatan berulang kali agar aksi berlangsung damai dan dibubarkan secara tertib. Namun, aksi tersebut diduga disusupi oleh kelompok anarkis yang memicu kericuhan. “Kami dan TNI telah berupaya mengendalikan situasi sesuai prosedur standar operasional,” ujarnya.
Polisi telah mengamankan 54 orang yang terlibat dalam unjuk rasa. Sebagian besar dari mereka berasal dari luar Bone dan didominasi oleh anak di bawah umur. Saat ini, para tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan tingkat keterlibatan masing-masing.







