Hari menjelang sore, kukuatkan tekat tuk berangkat keprovinsi Kendari, kota dimana jasadmu disemay dan akan dikubur. Kukemas pakaian pada sebuah tak kopor dan kuajak serta dua orang belahan jiwa menemaniku sebagai penyemangat diperjalannan.
Kami pun berangkat bertiga diwaktu subuh, kemudian terbang menggunakan pesawat Citiline dengan jarak tempuh kurang lebih sejam. Tiba di Bandara kota kendari sekitar pukul sembilan pagi. Terik mentari begitu bersahabat angin berhembus perlahan dengan pemandangan hijau disekitar yang masih terasa asri.







