Talamus.id, – Dua pelajar asal Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tewas akibat mengonsumsi minuman keras oplosan. Sementara empat orang lainnya masih dalam kondisi kritis dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Kapolsek Biringkanaya, AKP Andi Alimuddin, membenarkan kejadian tragis tersebut. Menurutnya, enam orang pelajar dan mahasiswa menjadi korban akibat pesta minuman keras yang mereka adakan.
“Korban yang rata-rata masih berstatus sebagai pelajar, namun ada juga yang mahasiswa,” kata Alimuddin kepada Kumparan pada Kamis (23/2/2023).
Dua korban tewas dalam peristiwa tersebut adalah AA (15) dan MRP (17). Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa keduanya tak dapat tertolong.
“Sedangkan empat teman mereka yang lain masih dalam perawatan. Korban yang meninggal telah dimakamkan,” tambahnya.
Pesta minuman keras oplosan dilakukan keenam pelajar dan mahasiswa itu di sebuah indekos yang terletak di Jalan Sanrangan, Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, pada Selasa (21/2/2023) malam. Keesokan harinya, mereka mengeluh sakit perut hingga muntah-muntah.
“Kami baru mengetahui hari ini bahwa mereka mengonsumsi minuman keras oplosan dan ada yang meninggal dunia. Korban yang meninggal telah dimakamkan,” jelas Alimuddin.
Usai kejadian tersebut, pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil olah TKP, ditemukan sebuah jeriken alkohol dengan kadar 96 persen, sebuah botol minuman bersoda, dan sebuah botol anggur merah.
“Jeriken alkohol tersebut telah habis. Kami duga mereka mencampurnya dengan minuman bersoda dan anggur merah,” ungkap Alimuddin.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk tidak sembarangan mengonsumsi minuman keras oplosan. Kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih minuman dan menghindari mengonsumsi minuman keras yang tidak jelas asal-usulnya.







