Talamus.id, – Bahasa Lontara Makassar dan Artinya. Bahasa Lontara adalah bahasa skrip yang digunakan oleh masyarakat Makassar di Sulawesi Selatan, Indonesia. Lontara merupakan bentuk skrip abugida (sebuah sistem skrip yang menggabungkan unsur huruf dan fonem) yang digunakan untuk menulis dalam bahasa Bugis dan Makassar. Skrip ini digunakan sejak abad ke-16 dan masih digunakan sampai sekarang. Tidak ada arti khusus karena ini merupakan skrip yang digunakan untuk menulis bahasa Makassar.
Asal usul Aksara Lontara
Aksara Lontara diciptakan oleh Daeng Pamatte yang ialah seseorang syahbandar serta berprofesi sebagai Tumailalang( Menteri urusan istana luar dan dalam negeri) di kerajaan Gowa pada era pemerintahan Raja Gowa ke IX Daeng Matanre Karaeng Manguntungi( 1510- 1546). Alasan aksara ini dibikin yakni pada saat itu pemerintah Kerajaan Gowa mau mencatatkan apa yang mereka ucapkan.
Berikut contoh Bahasa Lontara Makassar dan Artinya
Kata ganti orang
| No | lontara | latin | IPA | arti | bentuk lain |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | (ᨕᨗ)ᨊᨀᨙ | (i)nakke | nak.ke | aku, saya | ku-, -ku, -a’ |
| 2 | (ᨕᨗ)ᨀᨓ | (i)kau | kau | kau | nu-, -nu, -ko |
| 3 | (ᨕᨗ)ᨀᨈᨙ (ᨕᨗ)ᨀᨅᨙ | (i)katte (i)kambe | kat.te kam.be | anda, kita kita | -ta, -ki’/-ki |
| 3 | ᨕᨗᨐ | ia | i.ja | dia, ia | na-, -na, -i |
| 3 | ᨄᨑᨕᨗᨀᨈᨙ | paraikatte | pa.ra.i.kat.te | kalian | -ta, -ki’/-ki |
| 3 | ᨄᨑᨕᨗᨐ | paraia | pa.ra.i.ja | mereka | na-, -na, -i |
Petunjuk tempat/arah
Kata tanya
- ᨕᨄ apa /a.pa/ : apa
- (ᨕᨗ)ᨊᨐᨗ (i)nai /na.i/ : siapa
- ᨔᨗᨕᨄ siapa /si.a.pa/ : berapa
- ᨀᨙᨆᨕᨙ kemae /ke.mae/ : di mana
- ᨕᨂᨄ angngapa /aŋ.ŋa.pa/ : mengapa, kenapa
- ᨕᨈᨙᨀᨆ antekamma /an.te.kam.ma/ : bagaimana
Kata penunjuk jumlah
- ᨍᨐᨗ jai /ɟai/ : banyak
- ᨔᨗᨀᨙᨉᨙ sikedde’ /si.ked.deʔ/ : sedikit
- (ᨕᨗᨐ)ᨂᨔᨙ (ia)ngaseng /ŋa.seŋ/ : semua
- ᨁᨊ ganna’ /gan.naʔ/ : cukup, genap, sampai
Kata Bilangan
Kata Bilangan Dasar
| Angka | 0 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| lontara’ | ᨊᨚᨒᨚ | ᨔᨙᨑᨙ | ᨑᨘᨓ | ᨈᨒᨘ | ᨕᨄ | ᨒᨗᨆ | ᨕᨊ | ᨈᨘᨍᨘ | ᨔᨂᨈᨘᨍᨘ | ᨔᨒᨄ |
| latin | nolo’ | se’re | rua | tallu | appa’ | lima | annang | tuju | sangantuju | salapang |
| bunyi | no.loʔ | seʔ .re | ru.wa | tal.lu | ap.paʔ | li.ma | an.naŋ | tu.ɟu | sa.ŋan.tu.ɟu | sa.la.paŋ |
Ukuran
- ᨒᨚᨄᨚ lompo /lom.po/ : besar
- ᨌᨉᨗ caddi /cad.di/ : kecil
- ᨒᨅᨘ labbu /lab.bu/ : panjang
- ᨅᨚᨉᨚ bodo /bo.do/ : pendek, singkat
- ᨒᨅ labba’ /lab.baʔ/ : lebar
- ᨈᨗᨁᨗ tinggi /tiŋ.gi/ : tinggi
Orang
Bagian pada tanaman
- ᨄᨚᨀᨚ poko’ /po.koʔ/ : pohon
- ᨅᨈ batang /ba.taŋ/ : pokok, batang
- ᨅᨗᨊᨙ bine /bi.ne/ : benih
- ᨒᨙᨀᨚ leko’ /le.koʔ/ : daun
- ᨕᨀ aka’ /a.kaʔ/ : akar
- ᨑᨄᨚ rappo /rap.po/ : buah
- ᨅᨗᨂ bunga /bu.ŋa/ : bunga
- ᨈᨀᨙ tangke /taŋ.ke/ : ranting
Binatang

- ᨍᨘᨀᨘ juku’ /ɟu.kuʔ/ : ikan
- ᨍᨂ jangang /ɟaŋ.aŋ/ : ayam
- ᨍᨑ jarang /ɟa.raŋ/ : kuda
- ᨔᨄᨗ sapi /sa.pi/ : sapi
- ᨅᨙᨅᨙ bembe /bem.be/ : kambing
- ᨅᨓᨗ bawi /ba.wi/ : babi
- ᨀᨗᨈᨗ kiti’ /ki.tiʔ/ : bebek‘
- ᨀᨚᨀ kongkong /koŋ.koŋ/ : anjing
- ᨆᨗᨐᨚ miong /mi.oŋ/ : kucing
- ᨒᨆᨘ lamu’ /la.muʔ/ : nyamuk
- ᨈᨙᨉᨚ tedong /te.doŋ/ : kerbau
- ᨍᨂᨍᨂ jangang-jangang /jaŋ.aŋ jaŋ.aŋ / : burung
- ᨀᨒᨘᨓᨑ kaluara /ka.lu.wa.ra/ : semut
- ᨕᨘᨒᨑ ulara’ /u.la.raʔ/ : ular
- ᨉᨑᨙ dare’ /da.reʔ/ : monyet
- ᨀᨈᨗᨂᨒᨚ katingalo /ka.ti. ŋa.lo/ : lalat
Secara keseluruhan, Bahasa Lontara adalah skrip unik yang digunakan oleh masyarakat Makassar dalam menulis bahasa mereka. Skrip ini merupakan bentuk abugida yang digunakan sejak abad ke-16 dan masih digunakan sampai sekarang. Walaupun tidak memiliki arti khusus, Bahasa Lontara merupakan bagian penting dari budaya dan sejarah masyarakat Makassar. Keberlanjutan pemakaian dan pemeliharaan skrip ini sangat penting untuk menjaga kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki oleh masyarakat Makassar.







