Talamus.id – Saat ini, dunia sedang menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat. Bahan bakar fosil yang selama ini menjadi sumber energi utama, semakin menipis dan harganya semakin mahal. Hal ini mendorong para peneliti untuk mencari sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Salah satu jenis energi alternatif yang sedang banyak dikembangkan adalah biosolar.
Biosolar, atau yang juga dikenal sebagai biodiesel, adalah bahan bakar yang terbuat dari bahan organik seperti minyak nabati atau hewan. Biosolar dapat digunakan sebagai alternatif untuk bahan bakar fosil, karena memiliki beberapa keunggulan, di antaranya:
1. Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca
Biosolar memiliki potensi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Ketika biosolar dibakar, ia hanya melepaskan karbon dioksida yang telah diserap oleh tanaman selama fotosintesis. Hal ini berarti bahwa biosolar memiliki jejak karbon yang lebih rendah daripada bahan bakar fosil, yang melepaskan karbon yang telah terperangkap di dalam bumi selama jutaan tahun.
2. Sumber Energi Terbarukan
Biosolar berdasarkan pada bahan organik, artinya sumber daya ini dapat diperbarui melalui tanaman baru. Ini berbeda dengan bahan bakar fosil yang merupakan sumber daya terbatas dan tidak dapat diperbarui.
3. Lebih Ramah Lingkungan
Biosolar lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Biosolar tidak menghasilkan emisi belerang dan partikulat, yang dapat menyebabkan pencemaran udara dan masalah kesehatan. Biosolar juga lebih mudah terurai di alam, sehingga tidak mencemari lingkungan.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, biosolar menjadi salah satu sumber energi alternatif yang sangat potensial. Biosolar dapat membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

