Talamus.id, – Contoh Soal Higher Order Thinking Skills. Higher Order Thinking Skills (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah. Kemampuan ini sangat penting dalam dunia matematika karena matematika melibatkan pemecahan masalah dan penalaran logis. Dalam artikel ini, kita akan membahas konsep HOTS dalam matematika, mengapa itu penting, dan bagaimana guru dapat mengembangkan kemampuan HOTS pada siswa.
Apa itu Higher Order Thinking Skills (HOTS)?
HOTS melibatkan kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mensintesis informasi. Ini melibatkan kemampuan untuk mengambil informasi yang diberikan dan menerapkannya dalam situasi yang berbeda, serta kemampuan untuk mengevaluasi argumen dan membuat kesimpulan yang logis. Dalam matematika, HOTS melibatkan kemampuan untuk menemukan pola, merumuskan hipotesis, dan menyelesaikan masalah secara kreatif.
Mengapa HOTS penting dalam Matematika?
HOTS penting dalam matematika karena matematika melibatkan pemecahan masalah dan penalaran logis. Dengan mengembangkan kemampuan HOTS, siswa dapat mengembangkan kemampuan untuk berpikir secara kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah matematika. Ini membantu siswa untuk tidak hanya memahami konsep matematika, tetapi juga menerapkannya dalam situasi yang berbeda.
Selain itu, HOTS juga membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan untuk mengevaluasi argumen dan membuat kesimpulan yang logis. Ini sangat penting dalam matematika karena matematika melibatkan penalaran dan pemecahan masalah yang berbasis logika. Dengan mengembangkan kemampuan HOTS, siswa dapat lebih mudah memahami konsep matematika dan menerapkannya dengan cara yang logis.
Kemampuan HOTS juga membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan untuk menemukan pola dan merumuskan hipotesis. Ini sangat penting dalam matematika karena matematika melibatkan banyak konsep yang berhubungan dengan pola dan hubungan. Dengan mengembangkan kemampuan HOTS, siswa dapat lebih mudah memahami konsep ini dan menerapkannya dalam situasi yang berbeda.
Bagaimana Guru Dapat Mengembangkan Kemampuan HOTS pada Siswa?
Guru dapat mengembangkan kemampuan HOTS pada siswa dengan memberikan tugas dan aktivitas yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif. Contoh dari aktivitas seperti ini adalah mengajak siswa untuk menerapkan konsep matematika dalam situasi yang nyata atau mengajak siswa untuk menemukan pola dalam data yang diberikan.
Selain itu, guru juga dapat memberikan umpan balik yang konstruktif pada pekerjaan siswa, membantu mereka untuk mengembangkan kemampuan untuk mengevaluasi argumen dan membuat kesimpulan yang logis. Guru juga dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan untuk menemukan pola dan merumuskan hipotesis dengan memberikan masalah matematika yang menantang dan memerlukan pemikiran kreatif.
Bagaimana Butir Soal yang dapat menuntut HOTS ?
Butir soal yang dapat menuntut HOTS adalah butir soal yang dapat mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah matematika. Hal ini dapat dicapai dengan memberikan dasar pertanyaan (stimulus) berupa sumber/bahan bacaan yang kompleks dan menantang.
Contoh dari stimulus yang dapat digunakan untuk menuntut HOTS adalah teks bacaan yang berisi informasi tentang sebuah masalah matematika yang kompleks, gambar atau grafik yang memerlukan analisis, dan kasus atau skenario yang memerlukan pemikiran kreatif untuk menyelesaikannya.
Butir soal juga dapat dirancang untuk menguji kemampuan siswa dalam mengevaluasi argumen dan membuat kesimpulan yang logis. Hal ini dapat dicapai dengan memberikan pertanyaan yang meminta siswa untuk mengambil kesimpulan dari data yang diberikan, atau meminta mereka untuk mengidentifikasi argumen yang salah dalam sebuah pernyataan.
Selain itu, butir soal juga dapat dirancang untuk menguji kemampuan siswa dalam menemukan pola dan merumuskan hipotesis. Hal ini dapat dicapai dengan memberikan pertanyaan yang meminta siswa untuk mengidentifikasi pola dalam data yang diberikan, atau meminta mereka untuk merumuskan hipotesis tentang hubungan antara dua variabel dalam sebuah kasus.
Dalam rangka menuntut HOTS, penting bagi guru untuk memperhatikan konteks dan situasi pembelajaran. Guru harus memastikan bahwa stimulus yang digunakan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa dan dapat memicu pemikiran kritis dan kreatif. Selain itu, guru juga harus memberikan umpan balik yang konstruktif pada pekerjaan siswa, membantu mereka untuk mengembangkan kemampuan HOTS mereka.
Teknik Penulisan Butir soal HOTS
Dalam menyusun butir soal HOTS, terdapat beberapa teknik penulisan yang harus diperhatikan. Pertama, penulis harus memperhatikan cakupan materi yang diharuskan untuk level pendidikan tertentu. Hal ini penting untuk menghindari penggunaan materi yang tidak relevan atau terlalu rumit untuk level pendidikan tersebut.
Kedua, penulis harus memperhatikan beberapa kompetensi yang diharapkan pada tiap level pendidikan, yang kemudian diturunkan menjadi beberapa indikator dan tujuan dari pembelajaran. Anjuran yang tertuang pada kurikulum dapat menjadi panduan dalam menentukan kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa.
Ketiga, penggunaan pengetahuan dasar untuk suatu cakupan materi sangat mungkin berbeda sesuai dengan level pendidikan. Oleh karena itu, penulis harus memilih pengetahuan atau kemampuan dasar yang tepat untuk menyesuaikan permasalahan yang ada.
Keempat, dalam taksonomi Bloom, tingkatan yang paling rendah dapat menjadi pengetahuan dasar untuk menjawab pertanyaan ke tingkatan selanjutnya. Oleh karena itu, penulis harus memperhatikan tingkatan taksonomi Bloom yang sesuai dengan level pendidikan dan kompetensi yang diharapkan.
Dalam mengaplikasikan teknik penulisan butir soal HOTS, penulis dapat menggunakan berbagai jenis stimulus, seperti teks bacaan, paragraf, teks drama, penggalan novel/cerita/dongeng, puisi, kasus, gambar, grafik, foto, rumus, tabel, daftar kata/simbol, contoh, peta, film, atau suara yang direkam. Dengan memperhatikan teknik penulisan butir soal HOTS yang tepat, diharapkan siswa dapat terbiasa berpikir tingkat tinggi dalam menyelesaikan permasalahan matematika.
Contoh soal Matematika HOTS
Berikut ini saya sajikan beberapa contoh soal kategori HOTS (High Order Thinking Skill) mata pelajaran matematika.
Contoh soal 1
Pada sebuah kompetisi sepakbola yang diikuti oleh 38 tim, penentuan tim juara adalah berdasarkan perolehan poin terbanyak, dengan ketentuan perolehan poin sebagai berikut:
- Tim yang menang memperoleh poin 3
- Jika pertandingan seri, masing-masing tim memperoleh poin 1
- Tim yang kalah memperoleh poin 0
Tabel berikut memuat posisi sementara 6 tim teratas dari total 38 tim dengan sisa 5 kali pertandingan.
Tabel berikut memuat posisi sementara 6 tim teratas dari total 38 tim dengan sisa 5 kali pertandingan.
| Peringkat | TIM | Poin |
| 1 | A | 74 |
| 2 | B | 72 |
| 3 | C | 70 |
| 4 | D | 64 |
| 5 | E | 63 |
| 6 | F | 60 |
Setiap tim tersebut akan saling bertemu pada 5 pertandingan sisa. Pernyataan yang tepat berdasarkan data tersebut adalah ….
A. Tim A akan menjadi juara hanya dengan memenangkan 3 kali pada pertandingan sisa dan salah satunya menang atas tim B.
B. Tim B akan menjadi juara hanya dengan memenangkan 4 kali pertandingan sisa dan salah satunya menang atas tim A.
C. Jika tim C memenangkan semua pertandingan sisa, maka posisi tim B masih mungkin berada di atas tim C.
D. Jika tim B selalu seri pada semua pertandingan sisa, maka tim E tidak mungkin berada di atas tim C.
E. Tim F akan menjadi juara jika memenangkan semua sisa pertandingan dan tim A selalu kalah pada semua sisa pertandingan.
Contoh Soal 2.
Kompetensi Dasar:
3.21. Mendeskripsikan data dalam bentuk tabel atau diagram/plot tertentu yang sesuai dengan informasi yang ingin dikomunikasikan.
Materi : Statistika
Indikator :
Disajikan suatu diagram batang ganda dari catatan mengenai banyaknya panggilan telepon masuk dan keluar perhari dalam 9 hari. Siswa dapat membaca data pada diagram batang ganda.
Soal :
Suatu perusahaan telekomunikasi sedang melakukan survey untuk melihat aktivitas pelanggannya dalam melakukan panggilan telepon. Suatu hari Rana mendapatkan tugas dari perusahaan telekomunikasi tersebut untuk mencatat banyaknya panggilan telepon yang ia lakukan pada suatu periode hari-hari yang berurutan. Hasil catatan Rana disajikan dalam grafik di bawah ini:
Pertanyaan:
1. Rana melakukan surveynya selama ….
a. 6 hari
b. 7 hari
c. 8 hari
d. 9 hari
2. Rana sama sekali tidak melakukan panggilan keluar pada hari ke- ….
3. Rana menerima panggilan masuk lebih banyak daripada panggilan keluar untuk pertama kalinya pada hari ke- ….
Kunci Jawaban :
1. 9 hari.
2. Hari ke-7
3. Hari ke-4Contoh Soal 3
Kompetensi Dasar:
3.8 Memprediksi pola barisan dan deret aritmetika dan geometri atau barisan lainnya melalui pengamatan dan memberikan alasannya.
Materi : Pola Barisan
Indikator: Diberikan data barisan tempat duduk dalam suatu ruangan pertunjukan yang terdiri dari 6 baris dan harga tiket:
(1) menentukan banyaknya tempat duduk yang tersedia, jika diketahui banyaknya kursi pada empat baris pertama, di mana selisih banyaknya tempat duduk antara 2 baris yang berurutan adalah berbeda-beda
(2) menentukan harga tiket untuk suatu baris tertentu, jika diketahui pemasukan total yang diinginkan dari penjualan seluruh tiket.
Soal:
OSIS suatu sekolah mengadakan pentas seni untuk amal yang terbuka untuk masyarakat umum. Hasil penjualan tiket acara tersebut akan disumbangkan untuk korban bencana alam. Panitia memilih tempat berupa gedung pertunjukan yang tempat duduk penontonnya berbentuk sektor lingkaran terdiri dari enam baris.
Banyaknya kursi penonton pada masing-masing baris membentuk pola barisan tertentu.
1) Jika pada baris pertama terdapat 25 kursi, baris kedua 35 kursi, baris ketiga 50 kursi, baris keempat 70 kursi, dan seterusnya. Tentukanlah banyaknya seluruh tempat duduk pada gedung pertunjukan itu.
Tuliskanlah langkah penyelesaiannya.
2) Apabila harga tiket baris pertama adalah paling mahal dan selisih harga tiket antara dua baris yang berdekatan adalah Rp10.000,00, dengan asumsi seluruh kursi penonton terisi penuh,tentukanlah harga tiket yang paling murah agar panitia memperoleh pemasukan sebesar Rp22.500.000,00
Tuliskanlah langkah penyelesaiannya.
Jawab:
Baris: 1 2 3 4 5 6
Kursi: 25____35____50____70___95____125
Selisih: 10 15 20 25 30
(1) Kapasitas total = 25 + 35 + 50 +70 + 95 + 125
= 400 tempat duduk
(2) Misal:
tiket termurah = x (dalam ribuan)
125x + 95 (x + 10) + 70 (x + 20) + 50 (x + 30) + 35 (x + 40) + 25 (x + 50) = 22.500
400x + 950 + 1.400 + 1.500 + 1.400 + 1.250 = 22.500
400x + 6.500 =22.500
400x = 16.000
x = 40
Jadi, harga tiket termurah adalah: Rp40.000,00
Penskoran:
Langkah benar, hasil akhir benar, kode = 2
Langkah benar, hasil akhir salah, kode = 1
Menjawab salah dengan langkah dan tanpa langkah, kode = 0
Tidak menjawab, kode = 9
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika saat ini tidak hanya mengedepankan penghapalan rumus dan konsep semata, namun juga memerlukan pengembangan kemampuan berpikir divergen dan keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia nyata. Oleh karena itu, dibutuhkan soal-soal matematika kategori HOT yang dapat mengembangkan kemampuan peserta didik secara maksimal, mengarahkan pada konteks dunia kerja, dan menggunakan data yang relevan dan autentik. Dengan demikian, pembelajaran matematika dapat lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan peserta didik dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan. Semoga contoh soal HOTS matematika yang telah diberikan dapat menjadi referensi bagi pengembangan soal matematika yang lebih baik dan lebih bermakna.


