Talamus.id, – Al-Qur’an dikenal sebagai kitab yang bersifat universal dan merupakan sumber pokok bagi agama Islam. Al-Qur’an diterima sebagai wahyu dari Allah oleh umat Islam dan dianggap sebagai petunjuk hidup yang membimbing umat manusia menuju kehidupan yang lebih baik.
Sifat universal Al-Qur’an berasal dari fakta bahwa kitab ini memiliki aplikasi dan nilai yang berlaku bagi seluruh umat manusia, tanpa terkecuali. Al-Qur’an membahas berbagai hal, mulai dari ajaran moral dan etika, hingga masalah sosial dan politik. Kitab ini mengandung pesan yang bersifat universal, yang bisa diterima dan diterapkan oleh semua orang, tidak peduli apapun latar belakang, ras, atau agama mereka.
Al-Qur’an juga memuat ajaran yang sangat penting tentang keadilan dan toleransi. Kitab ini membahas bagaimana umat manusia harus hidup berdampingan dengan toleransi dan menghormati satu sama lain, tanpa terkecuali. Ini merupakan pesan yang sangat penting dalam era global saat ini, dimana perbedaan budaya dan agama seringkali menjadi sumber konflik dan perpecahan.
Di samping itu, Al-Qur’an juga memuat ajaran tentang hubungan antar manusia dan Tuhan. Kitab ini menekankan pentingnya ketaatan dan pengabdian kepada Tuhan, serta membahas bagaimana umat manusia harus menjalani hidup dengan cara yang benar dan sesuai dengan aturan-aturan yang ditentukan oleh Tuhan.
Secara keseluruhan, Al-Qur’an dapat diterima sebagai kitab yang bersifat universal karena memiliki aplikasi dan nilai yang berlaku bagi seluruh umat manusia, memuat pesan penting tentang keadilan, toleransi, dan hubungan antar manusia dan Tuhan. Ini membuat Al-Qur’an sangat bermanfaat bagi umat manusia, tidak hanya bagi umat Islam, tetapi juga bagi masyarakat secara luas.
Kesimpulan Mengapa Al Qur an Disebut Kitab yang Bersifat Universal
- Al-Qur’an diturunkan untuk rahmatan lil alamiin (untuk seluruh alam),
- Isi al-qur’an mencakup semua aspek kehidupan, tentang pemerintahan ada, tentang tingkah-laku ada, tentang ibadah ada, tentang hukum waris ada, dan tentang” yang lain
- Al-Qur’an merupakan penyempurna kita” terdahulu
- Al-Qur’an tidak memiliki batasan baik batasan waktu maupun batasan tempat, sebagaimana kitab” Allah yang lain yang ada batasannya, seperti injil batasannya hanya untuk bangsa israel begitu juga kitab” yang lainnya

