Jakarta – Konsolidasi 5 (lima) organisasi desa menemukan titik temu. Hasil konsolidasi organisasi-organisasi desa tersebut bersepakat untuk bersatu dalam menentukan calon Presiden 2024 mendatang dengan kriteria harus peduli terhadap kondisi desa.
Konsolidasi ini dihadiri langsung Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung yang juga Ketua Umum LPM dan ditetapkan menjadi Ketua Dewan Pengarah Desa Bersatu.
Hal ini diutarakan dalam Konferensi Pers bertajuk Konsolidasi Desa Bersatu yang diprakarsai oleh 5 organisasi desa. Diantaranya, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI), Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPDNAS) dan Dewan Pengurus Nasional Persatuan Perangkat Desa Indonesia (DPN PPDI).
Saat ditemui pada Ahad, (3/9/2022), Koordinator Desa Bersatu yang juga Ketum APDESI, H. Surta Wijaya menyebut, desa memiliki kekuatan besar dalam menentukan calon Presiden pada Pemilu yang akan datang. “Selama ini, desa hanya dijadikan sebagai objek di dalam setiap perhelatan pemilihan umum. Padahal, desa adalah lumbung suara yang mestinya menjadi subjek dan pelaku utama dalam menentukan siapa Presiden yang perduli terhadap perbaikan desa,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, wadah ini diharapkan dapat menjaring dan mengantarkan calon Presiden dan Wakil Presiden yang memihak dan memiliki visi misi untuk kemajuan desa.
“Kita berharap, desa dapat memiliki nilai tawar dalam menentukan kebijakan nasional ke depan jika yang terpilih adalah Presiden yang kita tentukan sendiri dan dia peduli terhadap kondisi desa dewasa ini,” lanjutnya.
Senada dengan pernyataan para ketua-ketua organisasi, Muhammad Asri Anas yang juga salah satu Dewan Pengarah Desa Bersatu menitipkan harapan besar terhadap desa.
“Melalui Desa Bersatu ini diharapkan desa tidak lagi menjadi penonton, tetapi juga ikut mengambil peran penting dalam menentukan nasib dan arah bangsa ini,” ungkap Muhammad Asri Anas saat ditemui di lokasi konsolidasi di Kawasan Senen, Jakarta Selatan.
Ia melanjutkan, Desa Bersatu akan menggelar Konvensi Calon Presiden. “Kami sudah sepakat akan menggelar Konvensi Capres untuk menjaring Calon Presiden yang didukung seluruh Kepala Desa, BPD Desa, hingga perangkat-perangkat Desa. Konsepnya, kami akan menjaring capres dan cawapres yang mempunyai visi dan misi pembangunan desa,” ujar Muhammad Asri Anas.
Rincian kegiatan Konvensi Calon Presiden 2024 dimulai dari agenda Pra Konvensi yang akan digelar pada Oktober 2022 di Jakarta. Dilanjutkan dengan lima kali Konvensi Daerah yang dilaksanakan pada 5 Provinsi berbeda, salah satunya di Makassar Sulawesi Selatan. Terakhir, Konvensi Final akan digelar pada Juni 2023 di Jakarta.
Para anggota Desa Bersatu akan membahas tujuh nama bakal capres selama konvensi dan mengerucutkannya menjadi tiga yang akan diuji pada Konvensi Final. Dari hasil Konvensi Final inilah akan ditentukan siapa yang akan menjadi usungan dari Konsolidasi Desa Bersatu untuk memperjuangkan kepentingan desa.
Dalam keterangannya, Muhammad Asri Anas selaku Dewan Pengarah, mencontohkan 7 nama diantaranya Puan Maharani, Airlangga, Anies Baswedan, Prabowo, Agus Harimurti Yudhoyono, Ridwan Kamil, dan Sandiaga Uno. Nama-nama ini dinilai dan dipilih 3 besar oleh peserta konvensi yang akan diumumkan pada Konvensi Final di Jakarta.
Selain menjaring capres 2024, dalam konvensi tersebut juga akan menentukan poin-poin yang menjadi aspirasi desa untuk dilaksanakan oleh para calon presiden.
“Tiga nama capres yang terpilih di Konvensi Final harus menandatangani kontrak politik dengan Desa Bersatu. Kontrak ini isinya poin-poin aspirasi yang berkonsentrasi pada pembangunan desa,” terang Asri Anas.
“Nantinya, salah satu dari capres dan cawapres hasil konvensi Desa Bersatu akan diberikan dukungan penuh dalam proses pemenangan Pemilu, termasuk akan menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan partai politik yang mengusung capres yang terjaring dari hasil konvensi. Kami berharap, kepentingan desa akan diperjuangkan oleh para pemimpin masa depan Indonesia,” tutup Dewan Pengarah Desa Bersatu.

