: “Hanung Bramantyo, sutradara ternama Indonesia, mengungkapkan keheranannya melalui Instagram Story terkait jadwal tayang film animasi ‘Merah Putih: One For All’ di bulan Agustus 2025. Ia mempertanyakan alasan film tersebut bisa mendapatkan slot penayangan di tengah ratusan judul film Indonesia yang masih menunggu giliran untuk diputar di bioskop.
Dalam unggahannya yang dikutip Kompas.com pada Senin (11/8/2025), Hanung menulis, ‘Kenapa harus buru-buru tayang? Ironisnya, kok bisa dapat tanggal tayang di tengah 200 judul film Indonesia yang antre?’ Pertanyaan tersebut ia lontarkan setelah membaca artikel yang memuat pernyataan produser film tersebut. Menurut produser, ‘Merah Putih: One For All’ tidak menerima bantuan dana sepeser pun dari pemerintah.
Namun, Hanung menilai pernyataan tersebut tidak sejalan dengan kenyataan bahwa film itu terkesan diproduksi secara terburu-buru, bahkan dengan kualitas animasi yang dinilainya belum maksimal. ‘Merah Putih: One For All’ merupakan film animasi bertema kebangsaan yang dirilis bertepatan dengan perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Film ini sebelumnya telah menjadi sorotan karena proses produksinya yang dianggap terlalu singkat.
Publik mulai memperhatikan film ini setelah trailer perdananya dirilis di media sosial. Namun, banyak penonton yang kecewa dengan kualitas animasi yang ditampilkan. Kekecewaan tersebut semakin memuncak ketika diketahui bahwa film ini menghabiskan biaya produksi hingga Rp 6,7 miliar untuk hasil yang dinilai kurang memuaskan. Padahal, kualitas film animasi Indonesia belakangan ini dinilai telah mengalami peningkatan signifikan, seperti yang ditunjukkan oleh film ‘Jumbo’ karya Ryan Adriandhy.
‘Merah Putih: One For All’ diproduksi oleh Perfiki Kreasindo, yang merupakan bagian dari Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail. Film ini disutradarai oleh Endiarto dan Bintang Takari, yang juga turut terlibat dalam penulisan skenario. Produser film ini adalah Toto Soegriwo, sementara Sonny Pudjisasono bertindak sebagai produser eksekutif. Trailer film ini telah ditayangkan di akun YouTube Perfiki TV.
Di tengah kontroversi ini, ‘Merah Putih: One For All’ siap bersaing dengan film-film lain seperti ‘La Tahzan’ dan ‘Tinggal Meninggal’ di bioskop. Meski demikian, publik masih mempertanyakan alasan di balik prioritas penayangan film ini di tengah antrean panjang film-film lokal lainnya.”

