Makassar, Sulawesi Selatan – Dalam sebuah insiden yang mengejutkan, seorang pelaku penculikan anak kini dilaporkan berkeliaran di Kota Makassar. Korban dari tindakan kriminal ini adalah seorang siswa kelas I SMP yang mengaku dijemput oleh pelaku saat jam istirahat sekolah. Kejadian ini terjadi di sebuah konter ponsel yang terletak di Jalan Adipura Raya, Kecamatan Panakkukang, Makassar.
Menurut informasi yang diperoleh, pelaku menggunakan anak tersebut sebagai jaminan dalam aksi penipuan yang direncanakannya. Pelaku meminta kepada penjaga konter untuk melakukan top-up dana sebesar Rp 1,3 juta. Namun, ketika diminta untuk menyelesaikan pembayaran, pelaku beralasan bahwa ia harus pergi ke ATM untuk menarik uang dan meninggalkan anak tersebut sebagai jaminan.
Setelah menunggu cukup lama, pelaku tidak kunjung kembali ke konter untuk menyelesaikan transaksi. Merasa ditipu, penjaga konter yang bernama Firman memutuskan untuk membawa anak yang bernama W itu ke Polsek Panakkukang untuk melaporkan kejadian tersebut. Firman menjelaskan, “Saya tunggu-tunggu hampir satu jam, tapi pelaku tak kunjung kembali. Saya tanya ke anak ini, apakah dia kenal pelaku, dan dia bilang tidak.
W kemudian mengungkapkan bahwa ia dijemput oleh pelaku di depan sekolahnya yang terletak di Kecamatan Tallo, Makassar, saat jam istirahat. Pelaku meminta bantuan W untuk mengangkat barang dengan imbalan sebesar Rp 50.000. Dalam rekaman CCTV yang ada di konter milik Firman, terlihat pelaku bersama W datang menggunakan sepeda motor dan memasuki konter. Pelaku tampak mengenakan jaket hitam, masker putih, dan helm hitam, sementara W masih mengenakan seragam sekolah dengan topi hitam di kepalanya.
Kepala Unit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Sangkala, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait penipuan ini. Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat tindakan penculikan anak dan penipuan yang melibatkan anak di bawah umur sangat meresahkan masyarakat. Pihak kepolisian diharapkan segera mengambil langkah-langkah untuk menangkap pelaku dan memastikan keamanan anak-anak di wilayah tersebut.







