Petugas Kesehatan Dianiaya Di Rumah Sakit, Mata Kiri Memar Bibir Bengkak.

Jumat, 16 April 2021 - 13:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Talamus.id, – Meski sempat dilerai, tapi pelaku tetap memukul wajah korban. Bahkan menendang perut dan menjambak rambut Perawat (Petugas Kesehatan)

Seorang perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang berinisial KR (28), warga Kompleks Griya Sukajadi, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, dianiaya oleh keluarga pasien yang mengaku polisi, diketahui bernama Jason Tjakrawinatan.

Penganiayaan ini terjadi, ketika di dalam RS Siloam Sriwijaya Ruangan IPD 6 Kamar 6026, Kamis (15/4) sekitar 13.40 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di hadapan petugas, korban menuturkan kejadian penganiayaan ini berawal dari pelapor dipanggil untuk menemuinya di ruang IPD 6 di kamar 6026.

“Saya bersama teman menemuinya tapi teman saya disuruh pergi, dia menanyakan bagaimana cara saya melepas infus di tangan anaknya,” ujar seorang Perawat RS Siloam Palembang Kristina Ramauli, Jumat (16/4).

Masih dikatakan KR, belum sempat dirinya menjawab, terlapor langsung memukul wajahnya. Meski sempat dilerai oleh perawat lainnya, tapi terlapor tetap memukul kembali wajah korban.

“Kejadian itu didengar petugas keamanan rumah sakit, lalu menenangkan pelaku dan meminta perawat lain menggantikan saya,” ungkap Kristina Ramauli.

Saat itu, korban berlutut di depan pelaku sambil meminta maaf. Namun, terlapor malah menendang perut dan menjambak rambutnya.

Atas kejadian itu, korban mengalami memar di mata kiri, bengkak di bibir, dan sakit pada perut. Lalu melapor ke Polrestabes Palembang.

Sementara Kasubag Humas Polrestabes Palembang, Kompol M Abdullah saat dikonfimasi membenarkan adanya laporan.

“Laporan sudah diterima, selanjutnya akan ditindaklanjuti ke Satuan Reskrim Polrestabes Palembang,” ujar M Abdullah.

Sementara itu Direktur RS Siloam Sriwijaya dr Bona Fernando mengatakan bahwa dirinya sangat menyesalkan insiden penganiayaan yang dilakukan oknum orang tua pasien menganiaya perawat. “Permasalahan yang terjadi antara perawat dengan pasien bisa dimusyawarahkan,” tukasnya.

Sumber:sumeks.co

Berita Terkait

“Meritokrasi Is Utopsi”
Cara Masak Sarden Simple dan Lezat
Cara Aktivasi Akun Siakba kpu go id
Utara Makassar Siap Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran
Waduk Nipa-nipa Berstatus Waspada! Warga Makassar Siaga Banjir
Ketahui Cara Melapor Konten Negatif ke Kemenkominfo
Susut Karena Tergosok 3 Huruf
Cut cut Wallpaper

Berita Terkait

Kamis, 14 Maret 2024 - 07:08 WITA

“Meritokrasi Is Utopsi”

Rabu, 7 Februari 2024 - 12:16 WITA

Cara Masak Sarden Simple dan Lezat

Rabu, 7 Februari 2024 - 07:31 WITA

Cara Aktivasi Akun Siakba kpu go id

Selasa, 30 Januari 2024 - 10:12 WITA

Utara Makassar Siap Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran

Jumat, 26 Januari 2024 - 18:20 WITA

Waduk Nipa-nipa Berstatus Waspada! Warga Makassar Siaga Banjir

Jumat, 12 Januari 2024 - 06:18 WITA

Ketahui Cara Melapor Konten Negatif ke Kemenkominfo

Kamis, 4 Januari 2024 - 11:48 WITA

Susut Karena Tergosok 3 Huruf

Senin, 1 Januari 2024 - 12:10 WITA

Cut cut Wallpaper

Berita Terbaru

Edukasi

Seperti Apa Kebahagiaan dan Cinta Itu?

Senin, 29 Apr 2024 - 17:54 WITA