Talamus.id – Setelah 40 hari menghilang, Habib Bahar mencari-cari Andy Rompas, panglima ormas asal Sulawesi Utara, yang akhirnya buka suara.
Merasa difitnah oleh Habib Bahar, Andy Rompas dan Manguni Makasiouw selesai berduka dan nyatakan terima tantangan.
Bersikeras menghapus jejak radikalisme di Minahasa, Andy Rompas dan Manguni Makasiouw siap temui Habib Bahar di Jakarta maupun di Sulawesi Utara. Konflik antara Habib Bahar dan ormas adat Manguni Makasiouw yang dipimpin Andy Rompas semakin memanas, tanpa ada penyelesaian pasca bentrok di Bitung.
Habib Bahar terus memburu sang panglima. Dalam sebuah video, akun X @opposite6892 mengaku tengah mencari keberadaan ketua ormas adat asal Sulawesi Utara tersebut. Namun alih-alih bersembunyi, pimpinan Manguni Makasiouw kini buka suara.
Pasca 40 hari menghilang karena berduka, kini dirinya muncul membuat pernyataan. Ia mengaku terus difitnah oleh hal-hal tak benar dari sosok pimpinan pondok pesantren Tajul Alawiyyin. Hal ini terungkap melalui akun Facebook Andy Rompas yang dikutip Kilat.com pada 19 Januari 2024.
“Sudah 40 hari kami diam karena berduka, terus-terusan difitnah oleh kaum Radikalisme ini,” ujarnya. Andy mengaku tak terima terus-terusan menjadi objek provokasi. “Dia memprovokasi umat muslim untuk memburu saya,” imbuhnya.
Andy Rompas bahkan tak segan mengaku siap untuk memenuhi tantangan Habib Bahar. “Waktunya bergerak, di Minahasa tak boleh ada paham radikalisme, sejengkal pun, ingat itu,” tegasnya. Bahkan ia blak-blakan menyinggung sosok pendakwah tersebut yang dinilainya hanya mencari panggung. “Woi Bahar bin Smith, jangan cari panggung saja. Saya pantang mundur sedikitpun” pungkasnya.
40 Hari Diburu, Kini Andy Rompas Panglima Manguni Muncul Terima Tantangan

