Talamus.id,- Musik tradisional Indonesia mempunyai keunikan tersendiri dengan ragam jenis musik etnik yang bermacam-macam dari setiap daerah di Nusantara. Dalam instrument, melodi, ritme, harmoni, warna, maupun bangunan karya seni musik secara keseluruhan terlihat kekhasan yang dimiliki oleh masing-masing daerah. Seperti halnya musik lainnya, musik tradisional juga memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri dari beberapa unsur, yaitu nada, dinamik, tempo, ritme, dan irama.
Menurut Tini Rustini, dkk dalam buku “Pasti Bisa! Peringkat: Rangkuman Pelajaran Superlengkap SMP Kelas 2” (2011: 392), musik tradisional juga memiliki keunikan dari alat-alat musik yang dimainkan dan memiliki bentuk yang bermacam-macam. Musik dan alat musik tradisional digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu, seperti seni, hiburan, upacara, ataupun ritual.
Namun, pertanyaannya adalah tangga nada apa yang mendominasi musik tradisional Nusantara?
Tangga Nada yang Mendominasi Musik Tradisional Nusantara
Tangga nada adalah urutan nada yang disusun secara berurutan pada sebuah lagu atau musik. Dalam musik tradisional Nusantara, tangga nada yang mendominasi adalah tangga nada pentatonis. Terdapat dua jenis tangga nada, yaitu tangga nada diatonis yang memiliki dua jarak nada dan tangga nada pentatonis yang hanya memiliki lima nada pokok.
Ragam tangga nada pentatonis dibedakan oleh jarak antar nada serta pilihan nada yang didengar. Dalam musik tradisional Nusantara, tangga nada pentatonis terbagi menjadi dua, yaitu pelog (do – mi – fa – sol – si) dan slendro (do – re – mi – sol – la). Tangga nada pentatonis banyak digunakan pada alat-alat musik tradisional Nusantara seperti pada gamelan Jawa, gamelan Sunda, Bali, Madura, dan Batak.
Contoh lagu tradisional yang menggunakan tangga nada pelog adalah Gundul Pacul dari Jawa Tengah, sedangkan contoh lagu tradisional yang menggunakan tangga nada slendro adalah Cublak-Cublak Suweng dari Jawa Barat.
Kesimpulan
Musik tradisional Indonesia mempunyai keunikan tersendiri dengan ragam jenis musik etnik yang bermacam-macam dari setiap daerah di Nusantara. Dalam musik tradisional Nusantara, tangga nada yang mendominasi adalah tangga nada pentatonis yang terbagi menjadi pelog dan slendro. Keduanya banyak digunakan pada alat-alat musik tradisional Nusantara seperti pada gamelan Jawa, gamelan Sunda, Bali, Madura, dan Batak. Dengan demikian, menjadikan musik tradisional Indonesia semakin unik dan mempunyai ciri khas yang berbeda dengan musik tradisional di negara lainnya.

