Talamus.id, – Cara menanam tomat agar bisa panen dengan cepat. Budidaya tomat menjadi salah satu agribisnis yang memiliki potensi serta peluang cukup baik untuk skala besar. Buah yang mempunyai rasa asam serta manis ini dapat berhasil dengan lebat bilamana ditanam dan dirawat dengan baik.
Tomat (Lycopersicon esculentum L) ialah tumbuhan asli dari Amerika Tengah dan Selatan. Tumbuhan ini idealnya ditanam pada kisaran suhu 20- 27oC dengan curah hujan sekitar 750- 1250 mg per tahun. Secara umum tomat bisa berkembang dengan baik pada ketinggian 0- 1500 m dpl.
Sekilas Tentang Tanaman Tomat
Dikutip dari situ wikipedia Tomat atau rangam (Solanum lycopersicum syn. Lycopersicum esculentum) adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tumbuhan ini memiliki buah berwarna hijau, kuning, dan merah yang biasa dipakai sebagai sayur dalam masakan atau dimakan secara langsung tanpa diproses.
Tahapan dalam budidaya tanaman tomat meliputi :
1. Pemilihan Benih
Pilih buah tomat yang segar ataupun tidak cacat yang bakal dijadikan bibit. Setelah itu biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah agak tua ambil bijinya serta bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan pemilahan sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna( tidak cacat ataupun keriput). Setelah itu keringkan dengan dijemur serta simpan dalam media yang kering serta steril.
2. Penyemaian
Bisa memakai polybag ataupun bilik. Lamanya pembenihan hingga tumbuhan siap dipindahkan kurang lebih 35– 40 hari
3. Pengolahan Tanah
Tanah dengan pH kecil (kurang dari 6) butuh ditambahkan dolomit ataupun kapur guna menaikan pH- nya. Setelah itu tanah dicampur dengan pupuk organik( pupuk kandang ataupun kompos) untuk dibangun jadi bedeng, diamkan selama seminggu. Berikutnya gunakan mulsa untuk menutupi bedeng serta diamkan kembali selama sepekan saat sebelum siap ditanami.
4. Penanaman
Untuk lubang tanam dengan melubangi mulsa dengan jarak teratur. Dalam satu bedeng ada 2 baris tanam. Berikutnya pindahkan benih tomat ke dalam lubang tanam.
5. Pemeliharaan Tanaman
Tanaman tomat cukup sensitif serta butuh pemeliharaan yang intensif. Tanaman ini amat rentan kepada hama serta penyakit, terutama yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, efek kerusakan buah tomat masih besar sekitar 20– 50%.
Perawatan penting apabila kita hendak melakukan budidaya tomat
- Penyulaman, dilakukan guna mengganti tanaman yang gagal tumbuh.
- Penyiangan, umumnya dilakukan 3– 4 kali sepanjang masa tanam. Pada areal tanam yang ditutup mulsa penyiangan dapat lebih jarang lagi. Penyiangan bertujuan buat mengangkat gulma yang ada di areal tanam.
- Pemangkasan, dilakukan tiap pekan. Pemangkasan pucuk yang tumbuh pada ketiak daun mesti segera agar tidak berkembang jadi batang. Pemotongan ujung tanaman dilakukan setelah terlihat jumlah dompolan buah sekitar 5– 7 buah.
- Pemupukan tambahan, dengan menyemprotkan pupuk organik cair yang memiliki isi kalium tinggi pada dikala tumbuhan hendak berkembang serta berbuah( tahap generatif). Penyemprotan dapat dilakukan tiap pekan. Guna budidaya tomat non- organik, pada umur satu pekan berikan campuran urea serta KCl dengan perbandingan 1: 1 sebanyak 1– 2 gr per tanaman. Setelah itu setelah umur 2– 3 pekan berikan lagi urea serta KCl sebanyak 5 gr per tanaman. Apabila pada umur lebih dari 4 pekan tumbuhan sedang terlihat kurang gizi, berikan urea serta KCl sebanyak 7 gr per tanaman. Perhatikan, pemberian urea serta KCl jangan sampai mengenai tanaman sebab dapat menyakiti tumbuhan tersebut..
- Penyiraman dan pengairan. Tumbuhan tomat tidak terlalu banyak membutuhkan air, tetapi janganlah sampai kekurangan. Kelebihan air akan membuat pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) yang produktif namun menghambat tahap generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkepanjangan dapat menimbulkan pecah- pecah pada buah tomat yang dihasilkan. Apabila curah hujan lumayan maka yang harus diperbaiki adalah saluran drainase supaya air tidak menggenang disekitar area tanaman.
- Pemasangan lenjeran atau ajir, bermaksud untuk mengikat tanaman supaya tidak roboh.
6. Pengendalian Hama dan Penyakit
Sebagian jenis hama serta penyakit yang sering menyerang budidaya tomat antara lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, kutu, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun serta busuk buah. Pengendalian hama serta penyakit bisa dicoba dengan penyemprotan pestisida kimia ataupun hayati tergantung kebutuhan.
7. Pemanenan Buah
Budidaya tomat baru dapat dipanen 60– 100 hari setelah tanam, tergantung dari varietasnya. Tanaman tomat sudah dibilang siap panen apabila kulit buah berubah dari hijau menjadi kekuning- kuningan, bagian tepi daun menguning serta bagian batang mengering. Pemetikan sekiranya dilakukan di pagi atau sore hari sebab pada siang hari tumbuhan sedang melakukan fotosintesis. Pada keadaan demikian penguapan lagi tingi- tingginya alhasil buah tomat yang dipetik akan kilat layu. Pemanenan dapat dilakukan setiap 2– 3 hari sekali.

