Karebasulawesi.com, – Kelapa sawit menjadi salah satu komoditas perkebunan yang cukup penting dalam menunjang roda perekonomian di Indonesia. Karena sawit menghasilkan minyak nabati yang dibutuhkan berbagai sektor.
Kelangkaan dan melabungnya minyak goreng belakangan menjadi sorotan publik. Sebab Indonesia menjadi penghasil minyak sawit terbesar di dunia.
Menanggapi hal tersebut, Aktivis KAMMI Muh Faiz meminta pemerintah mengambil kebijakan yang berpihak kepada petani sawit.
“Pemerintah wajib memberikan kebijakan yang pro kepada masyarakat Indonesia khususnya petani sawit karena di Indonesia banyak masyarakat yang menggantungkan hidup dari kelapa sawit tersebut,” ujarnya saat dihubungi via WhatsApp, Sabtu (25/6/2022).
Aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) di salah Kampus di Sulbar ini Faiz berharap pemerintah tegas dalam menormalkan harga sawit yang kini hanya berkisar 1.000 rupiah perkilogramnya.
“Pemerintah harus tegas menormalisasikan kembali harga sawit agar petani bisa sejatera karena kapan harga pertanian murah pasti pedagang juga menurun pembelinya disebabkan harga pertanian tidak sesuai,” harapnya.
Berdasarkan data diketahui penguasaan luas areal perkebunan kelapa sawit masih didominasi oleh perkebunan besar swasta. Sebesar 7,98 juta hektar atau 54,69 persen perkebunan kelapa sawit dikuasai oleh perkebunan swasta, perkebunan rakyat menguasai 6,04 juta hektar atau 41,44 persen perkebunan kelapa sawit dan sisanya 0,57 juta hektar atau 3,87 persen dikuasai oleh perkebunan besar negara. []
Penulis : Syarif Kate
Editor : Redaksi

