Talamus.id, Jakarta – Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) periode 2021 – 2023 mendorong berkembangnya pariwisata halal di Indonesia.
Ketua Relawan Muda Pariwisata Halal (RAMAH) Indonesia Odang mengatakan pariwisata halal bukan berarti mensyariatkan atau mengislamkan tempat wisata tersebut.
“Pariwisata halal bukan berarti mensyariatkan tempat wisata tersebut, akan tetapi bagaimana seorang muslim mendapatkan hak-haknya seperti tempat ibadah, informasi makanan yang halal dan lain sebagainya,” ungkapnya, Jumat (3/6/2022).
Odang berharap dengan adanya RAMAH Indonesia mampu membawa dampak positif bagi pariwisata halal di Indonesia.
“Dengan hadirnya RAMAH Indonesia semoga mampu mendorong dan mendapat dukungan semua kalangan bagi kemajuan pariwisata halal Indonesia,” jelasnya.
KAMMI Pusat memiliki sebuah tagline Gerakan Dukung Pariwisata Halal Indonesia, Bersama KAMMI Wujudkan Pariwisata Indonesia yang Ramah, Halal dan Nyaman.
Dikutip dari situs kammi.id Bidang Parekraf PP KAMMI menawarkan konsep 4G & IP4 yakni 4 Gerakan dan 4 Dampak Berkelanjutan Berkemajuan untuk Pariwisata Halal Indonesia diantaranya :
1. Gerakan Roadshow Pariwisata Halal Indonesia, Impactnya adalah untuk membuka wawasan serta mengetahui potensi dan peluang pariwisata halal di indonesia, bagi pemuda, mahasiswa dan masyarakat indonesia.
2. Gerakan RAMAH Indonesia, Gerakan Rekrut 100.000 Relawan Muda Pariwisata Halal (RAMAH). Impactnya adalah untuk menyebarluaskan dan mengetahui serta mendukung bagaimana peran pemuda dan mahasiswa dalam membangun pariwisata halal di indonesia.
3. Gerakan Workshop & Training Pariwisata Halal Indonesia. Impactnya adalah untuk meningkatkan literasi, skill, wawasan, attitude dan awareness masyarakat indonesia, khususnya pemuda, mahasiswa, umkm dan pelaku pariwisata.
4. Gerakan Economic Creative & Halal Tourism ASEAN Community, impactnya adalah untuk membangun sinergitas dan konekstivitas antara Pegiat Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Tingkat ASEAN.
Diketahui geliat pariwisata halal Indonesia sedang menggeliat sejak 2019 silam. Pada 2019 Indonesia berhasil menyabet predikat pertama sebagai destinasi wisata halal dunia versi GMTI (Global Muslim Travel Index) yang diumumkan oleh CrescentRating – Mastercard. []

