Langsung ke konten
talamus.id
talamus.id
  • Home
  • Politik
  • Kriminal
  • Informasi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Sulsel
  • Berita Pilihan
  • Celebrities
  • Loker
  • Politik
  • Daerah
  • Makassar
  • Sulsel
  • Berita Olahraga
  • Viral
  • Hiburan
  • Tips
  • Banjir Makassar
  • Netizen
  • Peristiwa
  • Berita Viral
  • Bola
  • Parenting
  • Internasional
Beranda Terkini Petani Ini Mengakui Pupuk Non Subsidi Lebih Bagus dari Pupuk Subsidi

Petani Ini Mengakui Pupuk Non Subsidi Lebih Bagus dari Pupuk Subsidi

Terkini  
Redaksiauthor icon
2 Januari 20222 Januari 2022

Talamus.id – Pemupukan sangat dibutuhkan jika petani ingin kelapa sawitnya mendapatkan hasil tandan buah segar (TBS) yang maksimal dan jumlah panen menjadi lebih banyak.

Tapi, para petani harus pintar memilih pupuk. Sebab, bisa saja harapan untuk mendapatkan hasil panen yang lebih banyak, tidak terwujud.

Seperti yang dialami oleh Hasbi (Rohmatul), salah seorang petani sawit di Kecamatan Tapung, Dia telah membuktikan dua jenis pupuk untuk buah. Pertama pupuk buah subsidi, yang kedua pupuk buah non subsidi.

Rohmatul menjelaskan bahwa hasil percobaannya, maka dia menyimpulkan bahwa pupuk non subsidi memiliki kualitas yang bagus jika dibandingkan dengan pupuk bersubsidi. Hal itu dilihatnya dari jumlah panen TSB di lahannya yang seluas 3 hektare.

”Kita pakai pupuk KCL. Yang satu KCL subsidi, yang satu lagi KCL non subsidi. Kalau pakai yang subsidi, hasil panen kami tidak mencapai 600 kg sekali panen. Tapi kalau yang non subsidi, hasil panen kita mencapai 600 kg lebih,” katanya.

Oleh sebab itu, Rohmatul lebih memilih menggunakan pupuk non subsidi, walaupun harganya lebih mahal. Karena, hasil yang diperoleh dapat lebih maksimal. Jika dikalkulasikan, dia menjadi lebih untung dibanding menggunakan pupuk bersubsidi.

”Memang kalau dibandingkan, harga kedua pupuk ini jauh berbeda.

Secara kualitas pupuk subsidi dan non-subsidi hampir sama namun pupuk non-subsidi lebih cepat diserap oleh tanaman. Contohnya untuk pupuk urea non-subsidi karena pupuk tidak dilapisi dengan coating oil sehingga lebih mudah larut dan lebih cepat diserap oleh tanaman.

Dijelaskannya, meski harga pupuk non subsidi jauh lebih mahal dari pada pupuk subsidi, namun dia tidak merasa rugi. Karena, pupuk digunakan hanya sekali dalam tiga bulan, kadan sekali empat bulan,” ujar Rohmatul.

“Sekali kita memberikan pupuk kepada tanaman di lahan 3 hektare, menghabiskan 300 kg. Artinya, kita perlu mengeluarkan modal sekitar Rp1,4 juta,” jelasnya.

Terkait dengan harga penjualan TBS, dia juga mengeluh dengan turunnya harga. Di mana sebulan yang lalu, dia bisa menjual hasil panennya dengan harga Rp1400/kg. Sedangkan saat ini, harga TBS hanya berkisar Rp1300/kg.

“Memang kita belum panen sekarang. Mudah-mudahan pas kita panen, dapat harga yang lebih tinggi,” jelasnya. Dia juga berharap agar harga TBS dapat stabil. Tidak naik terlalu tinggi, dan tidak turun terlalu tinggi. ***

kelapa sawit
Komentar

Berita Terkait

40 Link Download Twibbon Hari Batik Nasional 2025 untuk Dibagikan ke Media Sosial
KPK Bongkar Kasus Korupsi Proyek Jalan di Kalbar, Gubernur Ria Norsan Bakal Dipanggil Setelah Analisis Barang Bukti
Membanggakan, Tim Cricket Takalar Juara Babak Kualifikasi Porprov
Reshuffle Kabinet: Dito Ariotedjo Ungkap Sudah Diberitahu Sebelum Dicopot dari Jabatan Menpora
Tragedi Bandung: Ibu Tega Racuni 2 Anak Lalu Gantung Diri, Pemerintah Berikan Respons Mendalam
Kluivert Ungkap Kekesalan: Dominasi Indonesia Tak Berbuah Gol Lawan Lebanon

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tag Populer

SulselTakalarmakassarBerita OlahragaBoneBeritakesehatan

Post Populer

  • #1
    13 Februari 202413 Februari 2024
    Bikin Tertawa dan Semangat! 100 Motto Hidup Lucu yang Gak Boleh Dilewatkan
  • #2
    11 Februari 202311 Februari 2023
    TTS : Cerita Yang Melibatkan Konflik
  • #3
    18 Februari 2023
    Rahasia Terungkap! Simak Plot Rumit Film Korea “Unlocked” yang Akan Membuat Anda Terkejut!
  • #4
    23 Mei 202223 Mei 2022
    Arfandi Tewas usai ditangkap, 8 Polisi Unit Narkoba di Makassar Diberhentikan
  • #5
    24 April 2021
    Geopark Ciletuh menjadi sorotan fotografi salah satunya TMJ
  • #6
    13 Juni 202215 Januari 2023
    Cara Mengatur Margin 4433 di Word Mudah dan Cepat
  • #7
    19 Agustus 202217 November 2022
    Anggota Paskibra Kecamatan Baras Meninggal Dunia, PPI Pasangkayu Turut Berdukacita
  • #8
    7 Juni 202211 Agustus 2022
    Cara Buat Sushi Mentai Rumahan Sederhana

Berita Lainnya

Pria Bercadar Menyamar Jadi Wanita di Pinrang, Akui Tolak Nikah Karena Alasan Dokumen
Pria Bercadar Menyamar Jadi Wanita di Pinrang, Akui Tolak Nikah Karena Alasan Dokumen
Pria di Makassar Dikeroyok Setelah Batalkan Kencan Melalui Aplikasi Michat Karena Tak Sesuai Foto
Pria di Makassar Dikeroyok Setelah Batalkan Kencan Melalui Aplikasi Michat Karena Tak Sesuai Foto
Imbas Aniaya Karyawan,Toko Ibu George Terancam Bangkrut,Linda Pantjawati tak Bayar Gaji Pegawai
Imbas Aniaya Karyawan,Toko Ibu George Terancam Bangkrut,Linda Pantjawati tak Bayar Gaji Pegawai
Viral Gadis Bone dilamar sultan dari Kalimantan Mobil Portuner Hingga Uang Panaik Rp 2 Miliar Lebih
Viral Gadis Bone dilamar sultan dari Kalimantan Mobil Portuner Hingga Uang Panaik Rp 2 Miliar Lebih
HEBOH! Video Puluhan Warga Makassar Geruduk Rumah Diduga Praktik Ajaran Sesat
HEBOH! Video Puluhan Warga Makassar Geruduk Rumah Diduga Praktik Ajaran Sesat
40 Hari Diburu, Kini Andy Rompas Panglima Manguni Muncul Terima Tantangan
40 Hari Diburu, Kini Andy Rompas Panglima Manguni Muncul Terima Tantangan
talamus.id

Ikuti kami di

Copyright © 2021 Talamus.id
All rights reserved

  • About Us
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Index
  • Kebijakan Privasi

Portal berita  yang hadir untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya

  • Home
  • Politik
  • Kriminal
  • Informasi
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Sulsel
  • Berita Pilihan
  • Celebrities
  • Loker