“Meritokrasi Is Utopsi”

Kamis, 14 Maret 2024 - 07:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TALAMUS.ID, TAKALAR – Pemilu 14 Februari 2024 telah selesai, selamat bagi yang terpilih sebagai anggota parlemen dari tingkat Kabupaten hingga nasional dan juga selamat bagi yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, selamat menjalankan amanah PARTAI.

Saya bersyukur karena pemilu ini telah usai, bukan hanya karena tidak ada lagi spanduk dan baliho yang mengganggu jalan dan merusak pohon, tetapi juga sudah tidak ada lagi saling munghujat dan menjatuhkan lawan politik.

Santai saja, pemilu itu ajang untuk mencari pemimpin yang tidak harus melalui tes TWK, TIU, TKP, sebagimana seleksi cpns mulai dari guru tingkat paling dasar yaitu TAMAN KANAK-KANAK. Bahkan anggota Dewan yang nanti akan membuat aturan yang akan dijalankan paling minimal satu kabupaten tidak harus sarjana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menjadi anggota LEGISLATIF dan EKSEKUTIF tidak perlu jadi DOKTOR, AKTIVIS, dan PENGGERAK ditengah masyarakat. Buktinya banyak yang dari dulu berjuang untuk rakyat dan menjadi volunteer tapi kalah dengan anak pejabat atau pengusaha yang fotonya baru kita liat dipinggir jalan menjalang pemilu. Ada juga doktor ilmu hukum dan ilmu politik yang kalah dengan S1 bahkan SMA. Bahkan ada juga mantan narapidana yang duduk sebagai anggota legislatif mengalahkan tokoh-tokoh agama

Tips untuk menang dalam pemilu itu dari dulu sampai sekarang masih sama, PERBANYAK SENYUM, PERBANYA SAPA, dan PERBANYAK SALIM yang berlapis amplop.

Seseorang mendatangi seorang pemimpin kemudian berkata ‘wahai pemimpin kenapa dizaman pemerintahan sebelumnya kondisi kita aman, baik, dan jauh dari konflik, Sang pemimpin berkata ‘itu karena dizaman pemerintahan sebelumnya masyarakatnya adalah aku dan semisalku, ada pun sekarang yang menjadi masyarakatnya adalah kamu dan semisalmu’.

Hikmah dari kisah ini adalah kualitas pemimpin itu diliat dari kualitas masyarakatnya. Kemiskinan ditambah mental miskin, dan rendahya pendidikan dimanfaatkan oleh para politisi untuk mendulang suara dengan praktek money politic.

Seorang politsi seharusnya bukan hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi lebih daripada itu mendidik masyarakat untuk menjahui praktek money politic dan berorentasi pada jalan politik yang lurus adalah tanggung jawab seorang politisi.

Berita Terkait

Cara Masak Sarden Simple dan Lezat
Cara Aktivasi Akun Siakba kpu go id
Utara Makassar Siap Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran
Waduk Nipa-nipa Berstatus Waspada! Warga Makassar Siaga Banjir
Ketahui Cara Melapor Konten Negatif ke Kemenkominfo
Susut Karena Tergosok 3 Huruf
Cut cut Wallpaper
Kabar Bahagia! Pj Bupati Takalar Pastikan Tunjangan Sertifikasi Guru Triwulan 4 Cair Pekan ini

Berita Terkait

Kamis, 14 Maret 2024 - 07:08 WITA

“Meritokrasi Is Utopsi”

Rabu, 7 Februari 2024 - 12:16 WITA

Cara Masak Sarden Simple dan Lezat

Rabu, 7 Februari 2024 - 07:31 WITA

Cara Aktivasi Akun Siakba kpu go id

Selasa, 30 Januari 2024 - 10:12 WITA

Utara Makassar Siap Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran

Jumat, 26 Januari 2024 - 18:20 WITA

Waduk Nipa-nipa Berstatus Waspada! Warga Makassar Siaga Banjir

Jumat, 12 Januari 2024 - 06:18 WITA

Ketahui Cara Melapor Konten Negatif ke Kemenkominfo

Kamis, 4 Januari 2024 - 11:48 WITA

Susut Karena Tergosok 3 Huruf

Senin, 1 Januari 2024 - 12:10 WITA

Cut cut Wallpaper

Berita Terbaru

Edukasi

Seperti Apa Kebahagiaan dan Cinta Itu?

Senin, 29 Apr 2024 - 17:54 WITA