Senjata Makan Tuan! Niat Racuni Hamas, Gas Beracun Idf Bunuh Tawanan Israel

Jumat, 19 Januari 2024 - 23:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Talamus.id – Maya, Ibu dari salah satu tawanan Israel yang ditawan Hamas di Gaza menyampaikan bahwa tentara Israel sudah sengaja membunuh putranya dengan gas beracun.

Mayat anaknya didapatkan di terowongan Hamas tanpa luka tembak. Ibu dari seorang serdadu Israel yang ditawan di Gaza oleh Hamas menyebut tentara Israel sudah membunuh putranya dengan gas beracun.

Tentara Israel memberitahukan keluarga tawanan perang Ron Sherman, Nick Beiser dan Elia Toledano bahwa susah dipercayai menyeleksi penyebab akhir hayat mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perwakilan IDF datang di keluarga serdadu yang disandera, Sersan Ron Sherman dan Kopral Nick Beiser, untuk mengumumkan mereka ihwal temuan tentang kematian mereka di penawanan Hamas pada Selasa malam.”

Surat kabar tersebut melaporkan bahwa tentara pendudukan mengambil mayat mereka dari terowongan Al-Qassam di kamp Jabalya pada tanggal 14 Desember.

Operasi pembantaian dengan gas ini mengingatkan cara NAZI. Di mana, Nazi mulai bereksperimen dengan gas beracun untuk kebutuhan pembantaian massal pada selesai 1939.

“Di erat tempat mayat-mayat itu didapatkan, IDF menyerang suatu terowongan di mana komandan divisi utara Gaza, Ahmad Al Ghandour, terbunuh,” tambah surat kabar itu, dan mencatat bahwa “pengusutan menunjukkan bahwa pada dikala serangan itu terjadi, IDF tidak mengetahui eksistensi sandera di tempat tersebut. Selain itu, pasukan yang mendapatkan mayat mereka selama penggeledahan di terowongan tidak memiliki gunjingan intelijen sebelumnya ihwal eksistensi mereka.”

Berita Terkait

Rusia Kaya Energi, Namun Banyak Warga Kedinginan Di Rumah Sendiri
7 Fakta Efek Gempa M 7,1 Guncang Perbatasan China
800.000 Warga Ukraina Kabur Hindari Wajib Militer
10 Fakta Iran Dan Pakistan Kini Saling Serang
Rusia TAK TINGGAL DIAM Yaman Dibombardir AS dan Inggris
Krisis Kemanusiaan Gaza: Oxfam Ungkap Rekor Kematian yang Mengejutkan Akibat Agresi Israel
Menteri Keuangan Israel Serukan Pemusnahan Kota Palestina Huwara di Tepi Barat
Gempa Turki-Suriah: Cuaca Dingin Menambah Kesedihan saat Angka Kematian Melewati 20.000
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 24 Januari 2024 - 11:40 WITA

Rusia Kaya Energi, Namun Banyak Warga Kedinginan Di Rumah Sendiri

Selasa, 23 Januari 2024 - 19:59 WITA

7 Fakta Efek Gempa M 7,1 Guncang Perbatasan China

Jumat, 19 Januari 2024 - 23:10 WITA

800.000 Warga Ukraina Kabur Hindari Wajib Militer

Jumat, 19 Januari 2024 - 23:04 WITA

Senjata Makan Tuan! Niat Racuni Hamas, Gas Beracun Idf Bunuh Tawanan Israel

Jumat, 19 Januari 2024 - 09:58 WITA

10 Fakta Iran Dan Pakistan Kini Saling Serang

Sabtu, 13 Januari 2024 - 18:18 WITA

Rusia TAK TINGGAL DIAM Yaman Dibombardir AS dan Inggris

Jumat, 12 Januari 2024 - 14:15 WITA

Krisis Kemanusiaan Gaza: Oxfam Ungkap Rekor Kematian yang Mengejutkan Akibat Agresi Israel

Jumat, 3 Maret 2023 - 05:46 WITA

Menteri Keuangan Israel Serukan Pemusnahan Kota Palestina Huwara di Tepi Barat

Berita Terbaru

Entertainment

Sinopsis Film Reprisal , Memburu Keadilan Dalam Aksi Hebat

Rabu, 21 Feb 2024 - 14:40 WITA