10 Fakta Iran Dan Pakistan Kini Saling Serang

Jumat, 19 Januari 2024 - 09:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Talamus.id, – Iran dan Pakistan saling serang. Situasi bilateral dua negara memanas dan memperbesar ketegangan daerah. Berikut yakni fakta-faktanya.

Dihimpun dari siaran kantor pemberitahuan internasional hingga Kamis (18/1/2024) pukul 18.00 WIB, berikut ialah 10 fakta Iran vs Pakistan yang sekarang saling serang:

1. Iran serang Irak dan Suriah apalagi dahulu

Setelah Iran mengalami serangan bom pada 3 Januari yang menewaskan 84 orang, Iran bersumpah membalas serangan teroris itu. Belakangan, ada ISIS yang mengklaim mendalangi pemboman di kawasan Kerman tersebut. Peristiwa itu juga memperbesar panas pertentangan Timur Tengah yang sudah dikecamuk invasi Israel kepada Jalur Gaza, Palestina, pertentangan yang Iran juga turut menyokong kelompok perlawanan bersenjata di Jalur Gaza ialah Hamas dan Hizbullah di Lebanon, dan ada pula Houthi di Yaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Iran kemudian menyerang teritori Irak, ialah di Kurdistan. Iran menyebut sasaran di Kurdistan itu yaitu markas intelijen Israel, musuh mereka. Namun Irak pastinya tidak terima negaranya diobok-obok negara lain secara semena-mena, apapun argumentasi Iran.

Iran juga meneyerang sasaran di Suriah, negara dengan pemerintahan Presiden Bashar Al Assad yang relatif dekat dengan Iran. Iran menyebut sasaran di Suriah adalah teroris.

2. Iran serang Pakistan, 2 anak tewas

Selasa, 16 Januari kemarin, Iran mulai melancarkan serangan ke wilayah negara tetangganya di sebelah timur, ialah Pakistan. Alasannya sama, memburu teroris. Kelompok yang dikejar Iran di Pakistan ialah kalangan ekstremis Sunni berjulukan Jaish al-Adl (Tentara Keadilan) terbuat sejak 2012, demikian dilansir DW (Deutsche Welle).

Selasa malam (16/01), kantor Berita Nour Iran memposting di platform X: “Beberapa menit yang kemudian, dua markas penting kelompok teroris Jaish-ul-Adl menjadi sasaran di Pakistan”. Kelompok ini mengaku bertanggung jawab atas serangan pada bulan Desember di suatu kantor polisi di Rask yang menewaskan minimal 11 petugas polisi Iran.

3. Korban serangan Iran: 2 Anak tewas

Lokasi serangan ada di daerah Panjgur, barat daya Provinsi Balochistan, daerah akrab perbatasan Pakistan-Iran yang jarang penduduknya di Pakistan. Namun demikian, dilansir DW, serangan itu dilaporkan menjadikan 2 anak tewas dan 3 anak perempuan mengalami luka.

Berita Terkait

Rusia Kaya Energi, Namun Banyak Warga Kedinginan Di Rumah Sendiri
7 Fakta Efek Gempa M 7,1 Guncang Perbatasan China
800.000 Warga Ukraina Kabur Hindari Wajib Militer
Senjata Makan Tuan! Niat Racuni Hamas, Gas Beracun Idf Bunuh Tawanan Israel
Rusia TAK TINGGAL DIAM Yaman Dibombardir AS dan Inggris
Krisis Kemanusiaan Gaza: Oxfam Ungkap Rekor Kematian yang Mengejutkan Akibat Agresi Israel
Menteri Keuangan Israel Serukan Pemusnahan Kota Palestina Huwara di Tepi Barat
Gempa Turki-Suriah: Cuaca Dingin Menambah Kesedihan saat Angka Kematian Melewati 20.000

Berita Terkait

Rabu, 24 Januari 2024 - 11:40 WITA

Rusia Kaya Energi, Namun Banyak Warga Kedinginan Di Rumah Sendiri

Selasa, 23 Januari 2024 - 19:59 WITA

7 Fakta Efek Gempa M 7,1 Guncang Perbatasan China

Jumat, 19 Januari 2024 - 23:10 WITA

800.000 Warga Ukraina Kabur Hindari Wajib Militer

Jumat, 19 Januari 2024 - 23:04 WITA

Senjata Makan Tuan! Niat Racuni Hamas, Gas Beracun Idf Bunuh Tawanan Israel

Jumat, 19 Januari 2024 - 09:58 WITA

10 Fakta Iran Dan Pakistan Kini Saling Serang

Sabtu, 13 Januari 2024 - 18:18 WITA

Rusia TAK TINGGAL DIAM Yaman Dibombardir AS dan Inggris

Jumat, 12 Januari 2024 - 14:15 WITA

Krisis Kemanusiaan Gaza: Oxfam Ungkap Rekor Kematian yang Mengejutkan Akibat Agresi Israel

Jumat, 3 Maret 2023 - 05:46 WITA

Menteri Keuangan Israel Serukan Pemusnahan Kota Palestina Huwara di Tepi Barat

Berita Terbaru

Entertainment

Sinopsis Film Reprisal , Memburu Keadilan Dalam Aksi Hebat

Rabu, 21 Feb 2024 - 14:40 WITA