Rusia TAK TINGGAL DIAM Yaman Dibombardir AS dan Inggris

Sabtu, 13 Januari 2024 - 18:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Talamus.id, Moskow – Serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Inggris di wilayah Yaman telah menimbulkan reaksi tegas dari berbagai negara, termasuk Rusia yang segera mengambil langkah diplomatis dengan melaporkan insiden tersebut kepada Dewan Keamanan PBB.

Rusia, negara yang dipimpin oleh Vladimir Putin, menganggap bahwa penyerangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Inggris di Yaman merupakan pelanggaran terhadap Piagam PBB. Dilansir dari Aljazirah, Moskow telah mengirimkan pesan kepada anggota Dewan Keamanan PBB, menyatakan keprihatinan mereka terhadap serangan yang terjadi. Rusia bahkan meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas masalah ini.

Pertemuan darurat tersebut dijadwalkan pada Jumat, 12 Januari 2024, pukul 10:00 waktu setempat. Amerika Serikat dan Inggris dilaporkan melakukan serangan di wilayah Yaman pada Kamis, 11 Januari 2024, dengan intensitas yang signifikan. Rusia, dalam laporannya, menekankan bahwa serangan tersebut telah melanggar prinsip-prinsip Piagam PBB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Abdul Kadir Almurtada, pejabat Houthi, menyampaikan bahwa Amerika Serikat dan Inggris melancarkan serangan di beberapa wilayah di Yaman, termasuk Sanaa, provinsi Hodeida, Saada, dan Damar. Serangan tersebut juga diarahkan ke Bandara Al Hudaydah dan distrik Zabit di wilayah pesisir Laut Merah. Mereka juga melaporkan bahwa serangan itu menargetkan kota Sadah di utara, serta kem Kahlani di sebelah timur kota Sadah.

Rusia berupaya mencari dukungan internasional untuk mengecam serangan ini, sambil menyoroti aksi Yaman yang sebelumnya melakukan serangan di Laut Merah terhadap kapal-kapal komersial. Spanjang waktu, serangan ini menunjukkan eskalasi ketegangan di wilayah tersebut, memicu keprihatinan dan upaya diplomatis dari berbagai pihak.

Berita Terkait

Mengejutkan! Israel Rencanakan Serangan saat Pengiriman Bantuan ke Gaza
KEJI! Pasukan Israel Tembaki Warga Palestina saat Sedang Mengambil Bantuan
Rusia Kaya Energi, Namun Banyak Warga Kedinginan Di Rumah Sendiri
7 Fakta Efek Gempa M 7,1 Guncang Perbatasan China
800.000 Warga Ukraina Kabur Hindari Wajib Militer
Senjata Makan Tuan! Niat Racuni Hamas, Gas Beracun Idf Bunuh Tawanan Israel
10 Fakta Iran Dan Pakistan Kini Saling Serang
Krisis Kemanusiaan Gaza: Oxfam Ungkap Rekor Kematian yang Mengejutkan Akibat Agresi Israel

Berita Terkait

Rabu, 6 Maret 2024 - 09:30 WITA

Mengejutkan! Israel Rencanakan Serangan saat Pengiriman Bantuan ke Gaza

Jumat, 1 Maret 2024 - 20:02 WITA

KEJI! Pasukan Israel Tembaki Warga Palestina saat Sedang Mengambil Bantuan

Rabu, 24 Januari 2024 - 11:40 WITA

Rusia Kaya Energi, Namun Banyak Warga Kedinginan Di Rumah Sendiri

Selasa, 23 Januari 2024 - 19:59 WITA

7 Fakta Efek Gempa M 7,1 Guncang Perbatasan China

Jumat, 19 Januari 2024 - 23:10 WITA

800.000 Warga Ukraina Kabur Hindari Wajib Militer

Jumat, 19 Januari 2024 - 23:04 WITA

Senjata Makan Tuan! Niat Racuni Hamas, Gas Beracun Idf Bunuh Tawanan Israel

Jumat, 19 Januari 2024 - 09:58 WITA

10 Fakta Iran Dan Pakistan Kini Saling Serang

Sabtu, 13 Januari 2024 - 18:18 WITA

Rusia TAK TINGGAL DIAM Yaman Dibombardir AS dan Inggris

Berita Terbaru

Humaniora

KERAJAAN CALCA DIUJUNG TANDUK

Kamis, 14 Mar 2024 - 07:16 WITA

Terkini

“Meritokrasi Is Utopsi”

Kamis, 14 Mar 2024 - 07:08 WITA