Nikita Mirzani “Kebal” Hukum, Warganet Gaungkan Tagar Polisi Jangan Mau Kalah

Senin, 4 Juli 2022 - 11:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Talamus.id, – Warganet Indonesia kembali melabungkan tanda pagar Polisi Jangan Mau Kalah. Tagar pagar terinspirasi dari pernyataan ketua Police Police Watch (IPW) agar Polresta Kota Serang, Banten tidak boleh kalah dengan Nikita Mirzani.

Seperti dikutip dari tempo.co, Ketua Indonesia Police Watch Sugeng Teguh Santoso menganggap Polresta Serang Kota, Polda Banten, tidak boleh kalah dengan Nikita Mirzani. Pada saat ini selebritas tersebut terjerat kasus pencemaran nama baik melalui informasi dan transaksi elektronik (ITE) setelah dilaporkan kekasih penyanyi Nindy Ayunda, Dito Mahendra.

Sugeng mengatakan, dalam kasus yang tengah diusut Polresta Serang Kota ini, seharusnya Nikita sebagai terlapor taat hukum dengan cara memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa, bukan malah melawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Polresta Serang Kota, Polda Banten tidak boleh kalah melawan Nikita Mirzani,” kata Ketua IPW itu melalui siaran pers, Selasa, 28 Juni 2022.

Perlawanan terhadap Polresta Serang Kota ini kata Sugeng terlihat dari tindakan Nikita yang melaporkan anggota Polresta Serang Kota ke Propam Polri. Laporan ini dibuat Nikita pada Rabu, 22 Juni 2022, setelah polisi gagal melakukan upaya penjemputan paksa dirinya.

Baca Juga :  Bertabur Tari Tradisional, Nyonya Dewi Gotam Hidayat Lepas Murid TK Kemala Bhayangkari Takalar

Namun, Polresta Kota Serang kata Sugeng terlihat tidak terpengaruh oleh laporan Nikita Mirzani ke Propam Mabes Polri. Menurutnya, ini bila dilihat dari langka tim penyidik yang tetap memproses hukum kasusnya dengan melakukan pemanggilan kepada Nikita pada 24 Juni 2022 untuk dimintai keterangan tambahan.

“Anehnya, saat dilakukan pemanggilan untuk memberikan keterangan tambahan, hari Jumat, 24 Juni 2022 lalu, Nikita tidak hadir di Polresta Serang Kota tanpa pemberitahuan,” ucap Sugeng.

Padahal, pihak kepolisian sebelumnya telah melakukan upaya paksa menjemput Nikita di rumahnya, kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Rabu, 15 Juni 2022 pukul 03.00B, karena setelah dipanggil 2 kali sebagai saksi, Nikita tak kunjung datang.

“Seolah-olah kebal hukum, Nikita memvideokan untuk memviralkan kejadian itu sambil mengumpat kepada para anggota yang bertugas menjalankan perintah hukum,” kata Sugeng.

Kasatreskrim Polresta Serang Kota sejak subuh masih berada di depan gerbang rumah Nikita Mirzani bersama perangkat RT/RW setempat di Jakarta, Rabu 15 Juni 2022.

Usai penjemputan paksa itu, Nikita mendatangi Polresta Serang Kota didampingi kuasa hukumnya dan memberikan keterangan kepada penyidik pada sore hari. Para penyidik, rupanya memerlukan keterangan tambahan dan dijadwalkan kembali 24 Juni 2022, tapi Nikita tidak hadir lagi tanpa pemberitahuan.

Baca Juga :  Bertabur Tari Tradisional, Nyonya Dewi Gotam Hidayat Lepas Murid TK Kemala Bhayangkari Takalar

Atas dasar ini, Sugeng mengatakan, Indonesia Police Watch (IPW) meminta Polresta Serang Kota memproses kasus pencemaran nama baik melalui ITE sesuai hukum. Nikita yang tersangkut masalah hukum ini menurut dia harus menghormati proses penegakkan hukum.

“Apa pun, setiap warga negara harus taat hukum. Bila dipanggil untuk memberikan keterangan maka harus hadir dan memberitahukan kepada penyidik kalau tidak bisa hadir. Tentunya, ketidakhadirannya itu berlandaskan alasan yang kuat,” ujar Sugeng.

Polda Banten menggelar jumpa pers usai pemeriksaan Nikita Mirzani sebagai saksi atas konten instastory, Rabu 15 Juni 2022.

Sugeng mengingatkan, jika panggilan polisi tidak diindahkan oleh Nikita Mirzani, polisi memang berwenang melakukan panggilan paksa. Tapi dengan penjemputan paksa menurutnya masalah akan bertambah, jika penyidik menambah pasal tentang mengalang-alangi dan mempersulit proses penyidikan.

“Apalagi, bila tidak hadir setelah dipanggil tiga kali maka kepolisian dapat menerapkan pasal 216 KUHP yaitu menghalangi proses penyelidikan dan penyidikan polisi,” ucap Sugeng.

Baca Juga :  Bertabur Tari Tradisional, Nyonya Dewi Gotam Hidayat Lepas Murid TK Kemala Bhayangkari Takalar

Netizen pun ramai-ramai memberikan dukungan kepada kepolisian. Hingga ulasan ini dituntaskan Sabtu 02 Juli 2022 pukul 08.45 Wita, tagar polisi jangan mau kalah mencapai 5.296 cuitan.

Setiap warga negara bersamaan kedudukannya di mata hukum sehingga harus ditegakkan seadil-adilnya.

“Aku sebagai warga Indonesia setuju agar polri tegas terhadap nikmir dan tegakkan hukum seadil-adilnya #PolisiJanganMauKalah. Jangan Kalah Pakpol,” cuit @ZYsbella.

Publik pun menanti dan akan terus memviralkan hingga mengawal kasus yang menjerat sang artis kontroversial tersebut.

“Kita sebagai masyarakat selalu mendukung kepolisian dalam menjalankan tugasnya ,kita kawal bersama kasus Nikmir sampai selesai,” tulis pemilik akun bernama Iren di @luhayalan.

Kinerja kepolisian belakangan disorot publik dan kadangkala netizen menyinggung lewat tagar percuma lapor polisi sebab beberapa kasus setelah viral baru diproses dengan sigap.

“Bukan hanya IPW yang menyorot kinerja Kepolisian. Seluruh rakyat Indonesia mengawasi. Keadilan sepertinya sulit ditegakkan,” gores @hepipurwana. []

Penulis: Syarif Kate

Berita Terkait

Bertabur Tari Tradisional, Nyonya Dewi Gotam Hidayat Lepas Murid TK Kemala Bhayangkari Takalar
“Meritokrasi Is Utopsi”
Cara Masak Sarden Simple dan Lezat
Cara Aktivasi Akun Siakba kpu go id
Utara Makassar Siap Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran
Waduk Nipa-nipa Berstatus Waspada! Warga Makassar Siaga Banjir
Ketahui Cara Melapor Konten Negatif ke Kemenkominfo
Susut Karena Tergosok 3 Huruf

Berita Terkait

Minggu, 23 Juni 2024 - 13:53 WITA

Bertabur Tari Tradisional, Nyonya Dewi Gotam Hidayat Lepas Murid TK Kemala Bhayangkari Takalar

Kamis, 14 Maret 2024 - 07:08 WITA

“Meritokrasi Is Utopsi”

Rabu, 7 Februari 2024 - 12:16 WITA

Cara Masak Sarden Simple dan Lezat

Rabu, 7 Februari 2024 - 07:31 WITA

Cara Aktivasi Akun Siakba kpu go id

Selasa, 30 Januari 2024 - 10:12 WITA

Utara Makassar Siap Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran

Berita Terbaru

Berita

Genap Enam Tahun, Sdit Ash Shaff Lepas Alumni Pertama

Sabtu, 15 Jun 2024 - 21:23 WITA

Advertorial

Seperti Apa Kebahagiaan dan Cinta Itu?

Minggu, 2 Jun 2024 - 08:09 WITA