Dituding Tidak Beretika Hingga Tuai Banyak Cibiran Netizin, ini Kronologi Kejadian di TamangBae Coffee!

Minggu, 15 Agustus 2021 - 08:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Talamus.id, – Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang dialoksikan pada pembangunan dan pengelolaan berupa Kedai yang diberi nama “TamangBae Coffee” Baru-baru ini banyak menuai cibiran netizen! (15/08/2021).

Tempat kopi santai para kaum muda yang terletak tepatnya di Desa Buyat Barat Dsn. 4 Kec. Kotabunan Kab. Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara ini, menjadi salah satu ikon menarik bagi Desa buyat tentunya dan menjadi nilai tambah bahkan menjadi BUMDES percontohan bagi Desa-desa lainnya, lantas apa yang terjadi, sehingga tempat ini banyak menimbulkan cibiran netizen?

Melalui wawancara bersama pihak pegawai “TamangBae Coffee” Beserta pengelolanya, team kami mencoba menelusuri kronologi kejadian yang membuat tempat ini akhirnya menjadi pembicaraan publik khususnya dimedia sosial berupa “Facebook” baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak “TamangBae Coffee” Mengaku ini mungkin sebuah kesalahan dari pihaknya tapi juga termasuk kesalahpahaman publik yang tak mengetahui kronologi kejadian namun membesar-besarkannya. Tak hanya itu, seluruh pihak TamangBae Coffee juga menyampaikan permintaan maaf yang juga mewakili para pelanggannya karena telah mengganggu ketenangan masyarakat.
“Bagaimanapun kami juga harus mememohon maaf pada masyarakat setempat, karena kami kami juga yang bertanggungjawab atas apa yang ada ditempat ini karena kami adalah manusia biasa yang tak lepas dari salah, begitu juga pelanggan yang berkunjung kesini pasti mereka memiliki sifat dan sikap yang berbeda yang juga tak lepas dari salah dan lepas kendali”. Ujar salah satu pihak pengelola

Diceritakan kronologi kejadian oleh salah seorang pegawai yang berada saat itu, bahwasanya “kejadian terjadi pada 13 Agustus 2021 tepatnya pada malam sabtu, yang mana, pada saat itu 4 orang pegawai yang masuk dan melayani pengunjung, namun tinggal 3 orang tersisa setalah kurang lebih pukul 10 malam. Malam itu Kedai yang tak begitu ramai didatangi sekelompok pengunjung yang bahkan tak berjumlah 10 orang bahkan diakhir waktu saat detik-detik kejadian hanya tersisa 4-5 orang saja, kejadian bermula ketika para pengunjung melakukan karokean didalam Kedai, saat itu lagu-lagu yang dibawakan masih terbilang santai, pelan dan masih wajar. Namun, pada detik terakhir salah satu oknum yang mungkin terlalu bersemangat, justru lepas kendali saat menyanyikan sebuah lagu dangdut, bahkan salah satu pegawainya bersaksi itu seperti sedang melakukan saweran, dan memang volume salon kala itu sangat kencang dan mungkin juga microfon yang digunakan didekatkan pada mulut oknum tersebut. Salah satu pegawainya juga bersaksi bahwa kejadian itu tidak terduga bahkan dirinya langsung menuju kedapur untuk memanggil salah satu pegawai pria yang saat itu sedang makan untuk menghentikan pelanggan yang menyanyi tersebut karena takut akan mendapat masalah. Namun, belum juga ditegur para pelanggan telah berhenti dari aktifitas mereka secara tiba-tiba dan kejadian sebelumnya terjadi tidak lama, bahakan tak sampai 5 menit berlangsung. Saat itu, 3 orang pegawai yang berada di Kedai, yang berinisial; A, Aa, dan N, juga ternyata tak mengetahui bahwa setelah kejadian oknum yang menyanyi lepas kendali itu, ternyata menimbulkan keresahan masyarakat sehingga malam itu juga mereka didatangi salah satu tetangga namun para pegawainya tidak tahu karena mereka sedang berada didalam ruangan sementara dua lainnya berada didapur, dan ternyata pelanggan yang sebelumnya melakukan karokean sedang dimarahi oleh salah seorang tetangga tersebut yang terganggu akibat kebisingan yang terjadi, pada saat itu beberapa warga yang juga mendengar kebisingan sebelumnya keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi. kejadian ini terjadi tepatnya pada pukul 23:11 Wita. Hal ini sontak menjadi pembicaraan publik khususnya pada sosial media “Facebook”.

Pihak pengelola TamangBae Coffee membantah tudingan-tudingan terhadap mereka yang beredar, yang mana, pihaknya tidak mengingatkan para pelanggan terkait jam tutup dan juga jam karokean, bahkan pihaknya mengaku bahwa sering sekali mereka mengingatkan para pelanggan, bahkan 1 bulan lebih mereka buka kembali ini, mereka lebih banyak dan memilih cepat tutup akibat pandemi dan PPKM. Setiap pelanggan yang melakukan karokean sering kali ditegur dan diingatkan tekiat volume mereka bernyanyi, bahkan beberapa kali mereka tak diizinkan lagi bernyanyi atau bernyanyi tak menggunakan mic karena telah melewati jam yang ditentukan.
“Jika dibilang kami tidak menegur, maka ini adalah sebuah kesalahan. Karena pihak kami baik pegawai maupun pengelola selalu menerapkan hal ini, dimana ketika ada pelanggan yang ingin melakukan karoakean, maka kami mengingatkan mereka terkait beberapa hal berhubung tempat ini berada di tengah masyarakat, namun kami juga adalah manusia biasa, kami telah berusaha namun beberapa pengunjung tentu datang dengan sifat dan sikap yang berebda, ada yang langsung menerima teguran kami, namun ada yang justru tak menerima dan ada juga yang minta kompromi, iya jelas begitulah resiko sebagai pengusaha”. Jelas pihaknya.

Sementara itu, kepala desa yang mencoba untuk mencari tahu kronologi kejadian ini, melakukan rapat bersama seluruh pihak TamangBae Coffee, yang akhirnya beliau juga mengingatkan kembali untuk terus mengoperasikan usaha ini, tapi juga tidak terlepas dari ketentuan yang ada.
“Kalian harus tetap menjalankan usaha ini, karena ini adalah Milik desa yang mana akan menjadi lahan pekerjaan juga untuk anak-anak yang ada di desa ini, untuk itu, tempat ini tentu harus kita jaga bersama, sebagai mana pengusaha lainnya tentu hal-hal seperti ini biasa terjadi, yang penting kalian telah berusaha untuk mengingatkan para pengunjung, namun karena hal ini telah terjadi maka kalian harus lebih tegas lagi terkait aturannya, agar tidak ada lagi yang menyalahkan dan disalahkan serta oknum yang lepas kendali sehingga menimbulkan keresahan masyarakat seperti yang terjadi”. Jelas Erni kepala Desa Buyat Barat.

Berita Terkait

“Meritokrasi Is Utopsi”
Cara Masak Sarden Simple dan Lezat
Cara Aktivasi Akun Siakba kpu go id
Utara Makassar Siap Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran
Waduk Nipa-nipa Berstatus Waspada! Warga Makassar Siaga Banjir
Ketahui Cara Melapor Konten Negatif ke Kemenkominfo
Susut Karena Tergosok 3 Huruf
Cut cut Wallpaper

Berita Terkait

Kamis, 14 Maret 2024 - 07:08 WITA

“Meritokrasi Is Utopsi”

Rabu, 7 Februari 2024 - 12:16 WITA

Cara Masak Sarden Simple dan Lezat

Rabu, 7 Februari 2024 - 07:31 WITA

Cara Aktivasi Akun Siakba kpu go id

Selasa, 30 Januari 2024 - 10:12 WITA

Utara Makassar Siap Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran

Jumat, 26 Januari 2024 - 18:20 WITA

Waduk Nipa-nipa Berstatus Waspada! Warga Makassar Siaga Banjir

Jumat, 12 Januari 2024 - 06:18 WITA

Ketahui Cara Melapor Konten Negatif ke Kemenkominfo

Kamis, 4 Januari 2024 - 11:48 WITA

Susut Karena Tergosok 3 Huruf

Senin, 1 Januari 2024 - 12:10 WITA

Cut cut Wallpaper

Berita Terbaru

Edukasi

Seperti Apa Kebahagiaan dan Cinta Itu?

Senin, 29 Apr 2024 - 17:54 WITA