Gelar Diskusi, Forum Remaja Smart Club Gowa Bahas Moderasi Beragama

Minggu, 11 Juli 2021 - 12:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Talamus.id, Gowa – Forum Remaja Smart Club (RSC) Kabupaten Gowa mengadakan fokus grup discussion bertajuk “Pelajar Siap Mengcounter Moderasi Beragama di Sekolah” secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, Ahad, 11 Juli 2021.

Forum diskusi tersebut bertujuan agar para pelajar mengetahui bahwa dari hari ke hari arus moderasi beragama dalam dunia pendidikan semakin kental dirasakan. Kaum liberal semakin deras menyerukan dan menyuarakan moderasi di tengah-tengah kaum Muslim khususnya generasi muslim milenial.

Selaku Koordinator Forum Remaja Smart Club Kabupaten Gowa, Andi Haerani, S.Pd mengungkapkan bahwa moderasi beragama dapat berpotensi merusak pola pikir generasi muslim karena dapat menghilangkan jati diri sebagai remaja muslim, yang mana mereka adalah tumpuan perubahan bangsa, agama dan negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tentu saja ini berbahaya karena semakin berpotensi merusak pola pikir generasi muslim yang mana mereka adalah tumpuan perubahan bangsa. Karena itu, ini perlu bahasan secara khusus sebagai upaya menguatkan peranan kita sebagai generasi muslim dengan perannya sebagai agent of change yang menonjolkan identitas sebagai pengemban dakwah ideologi islam,” tuturnya.

Di akhir diskusi, Andi Haerani selaku menambahkan bahwa moderasi beragama di sekolah dapat mengstigmatisasi komunitas rohani islamiyah ke arah negatif karena adanya opini tentang rohis adalah bibit radikal dan teroris padahal tuduhan tersebut tak mendasar.

“Adapun poin-poin dalam Moderasi Beragama ini yaitu moderasi agama dibutuhkan karena adanya sikap ekstrem dalam beragama. Ekstrem yang di maksud memiliki patokan yakni atas nama agama, seseorang melanggar nilai luhur dan harkat mulia kemanusiaan, seseorang melanggar kesepakatan bersama yang dimaksudkan untuk kemaslahatan, atas nama agama seseorang melanggar hukum,” terang Haerani.

“Jadi kesimpulannya orang yang atas nama menjalankan ajaran agamanya tapi melanggar batasan ini bisa disebut ekstrem dan melebihi batas, sangat disayangkan ajaran Agama dikerdilkan oleh batasan-batasan yang dibuat oleh manusia namun menghilangkan ketaatan total pada syariat islam,” tutupnya yang juga salah satu pencetus Rohis SMAN 14 gowa.

Citizen Jurnalis : Uly Eka Saputri.

Berita Terkait

“Meritokrasi Is Utopsi”
Cara Masak Sarden Simple dan Lezat
Cara Aktivasi Akun Siakba kpu go id
Utara Makassar Siap Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran
Waduk Nipa-nipa Berstatus Waspada! Warga Makassar Siaga Banjir
Ketahui Cara Melapor Konten Negatif ke Kemenkominfo
Susut Karena Tergosok 3 Huruf
Cut cut Wallpaper

Berita Terkait

Kamis, 14 Maret 2024 - 07:08 WITA

“Meritokrasi Is Utopsi”

Rabu, 7 Februari 2024 - 12:16 WITA

Cara Masak Sarden Simple dan Lezat

Rabu, 7 Februari 2024 - 07:31 WITA

Cara Aktivasi Akun Siakba kpu go id

Selasa, 30 Januari 2024 - 10:12 WITA

Utara Makassar Siap Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran

Jumat, 26 Januari 2024 - 18:20 WITA

Waduk Nipa-nipa Berstatus Waspada! Warga Makassar Siaga Banjir

Jumat, 12 Januari 2024 - 06:18 WITA

Ketahui Cara Melapor Konten Negatif ke Kemenkominfo

Kamis, 4 Januari 2024 - 11:48 WITA

Susut Karena Tergosok 3 Huruf

Senin, 1 Januari 2024 - 12:10 WITA

Cut cut Wallpaper

Berita Terbaru

Advertorial

Seperti Apa Kebahagiaan dan Cinta Itu?

Minggu, 2 Jun 2024 - 08:09 WITA